Mengapa Ayam Petelur Bisa Bertelur Meski tanpa Pembuahan?

  • 29 Jun 2025 15:28 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Ayam petelur dikenal sebagai salah satu sumber utama telur konsumsi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin ayam-ayam ini tetap mampu menghasilkan telur setiap hari meskipun tidak pernah dikawinkan atau dibuahi oleh ayam jantan.

Mengutip dari akun Tiktok @unigroarthapersada, Ayam betina petelur bisa terus bertelur tanpa pembuahan sama sekali. Proses ini dinamakan dengan Partenogenesis. Saat pelepasan sel telur, dalam ovarium ayam akan terbentuk kuning telur secara alami.

Sel telur yang sudah matang, akan bermigrasi ke oviduk. Pada oviduk inilah kuning telur akan dibungkus dengan membran dan protein. Proses kemudian terus berlanjut di sepanjang oviduk sampai sel telur terbungkus oleh putih telur dan cangkang telur.

Uniknya, karena tanpa proses pembuahan, telur ini tidak akan menetas menjadi anak ayam. Telur-telur yang dihasilkan tanpa pembuahan ini disebut telur infertil, dan inilah yang biasa dijual dan dikonsumsi masyarakat.

Jadi, selama ayam petelur mendapatkan perawatan, pakan, dan pencahayaan yang sesuai, ia akan tetap memproduksi telur secara teratur tanpa perlu adanya ayam jantan. Pembuahan hanya diperlukan jika tujuan peternakan adalah untuk menetaskan anak ayam, bukan produksi telur konsumsi.

Fakta ini menjadi dasar bagi banyak peternakan telur skala industri yang tidak memelihara ayam jantan. Fokus mereka adalah produksi telur konsumsi yang higienis, berkualitas, dan berkelanjutan. Maka tak heran, ayam petelur tetap bisa bertelur setiap hari meski tanpa kehadiran sang jantan di kandang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....