SATRIA-1 Aktif Pulihkan Komunikasi Daerah Terdampak Bencana

  • 30 Nov 2025 22:46 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru: Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat tak hanya merusak rumah serta infrastruktur, tetapi juga memutus total jaringan komunikasi di sejumlah daerah. Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung mengaktifkan layanan internet berbasis satelit SATRIA-1 sebagai jalur konektivitas alternatif.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemulihan akses komunikasi menjadi prioritas utama agar koordinasi penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat.

“Ketika jaringan komunikasi terputus, SATRIA-1 hadir sebagai penyelamat. Dengan ini, masyarakat di lokasi bencana tetap bisa terhubung meski infrastruktur darat lumpuh,” ujar Meutya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa layanan satelit ini sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional Tim SAR, BNPB, serta berbagai petugas di lapangan. Internet darurat tersebut memungkinkan posko-posko penanganan mengirim data korban, memperbarui laporan kerusakan, hingga menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat.

SATRIA-1, yang didesain khusus menjangkau wilayah 3T, memang mampu beroperasi di area terpencil dan daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur berat. Teknologi satelit ini menjadi keunggulan pemerintah dalam situasi bencana besar yang sering memutus jaringan fiber optik dan BTS.

Pada Minggu (30/11), Tim BAKTI Komdigi bersama BNPB, SAR, dan TNI mulai memobilisasi perangkat ke titik-titik terdampak. Pemasangan ditargetkan selesai dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang sangat mendesak.

Komdigi mencatat 10 lokasi utama diprioritaskan untuk pemasangan SATRIA-1. Dua titik di Sumatra Utara difokuskan pada Bandara Pinangsori/Dr. Fredric Lumban Tobing dan SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sebagian besar titik pemasangan berada di Aceh, yaitu enam lokasi yang tersebar di Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Sementara di Sumatra Barat, pemasangan dilakukan di Jorong Bukik Malanca, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, serta di UPT BNPB Regional Sumbar di Kota Padang.

Meutya mengimbau warga untuk tetap waspada dan memanfaatkan layanan internet darurat ini dengan bijak. “Gunakan akses yang tersedia untuk memperoleh informasi resmi dari pemerintah dan ikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” katanya.

Rekomendasi Berita