Jemaah Kloter BTH 09 Maksimalkan Waktu di Tanah Suci

  • 05 Jun 2026 11:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Menjelang pelaksanaan Tawaf Wada’ (tawaf perpisahan) dan jadwal kepulangan ke Tanah Air, jemaah haji Kloter BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru) memaksimalkan waktu mereka di Tanah Suci dengan berbagai kegiatan spiritual. Bertempat di wilayah Syisyah, Makkah Al-Mukarramah, para jemaah fokus memperbanyak ibadah guna menjaga ritme spiritual pasca-fase Armuzna.

Ketua Kloter BTH 09, Agus Saputera mengatakan untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima sebelum perjalanan panjang kembali ke Indonesia, jemaah memanfaatkan musala di akomodasi mereka, yakni Hotel Tilal Al Ghadeer dan Hotel Safa Al Murjan, untuk mendirikan salat lima waktu secara berjamaah.

"Selain di musala hotel, banyak jemaah yang memilih berjalan kaki sekitar 300 meter menuju Masjid Bin Abid, sebuah masjid penduduk setempat. Masjid ini menjadi salah satu pusat ibadah yang selalu ramai dan dipadati oleh para Alhujjaj dari berbagai negara yang tinggal di kawasan Syisyah," jelasnya.

*Khataman Al-Qur'an 3 Kali dan Wakaf Mushaf ke Masjidil Haram

Salah satu agenda spiritual yang menonjol dilakukan oleh Rombongan 6 Kloter BTH 09 dibawah bimbingan Dr. H. Carles, yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bengkalis, rombongan ini berhasil menyelesaikan khataman Al-Qur'an sebanyak tiga kali selama berada di Makkah.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk syukur dan kenang-kenangan spiritual yang abadi, jemaah dari rombongan ini juga mewakafkan sejumlah mushaf Al-Qur'an langsung ke Masjidil Haram. Jemaah berharap wakaf tersebut dapat terus dibaca oleh umat Islam dari seluruh dunia dan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa putus.

Apresiasi Pembimbing Ibadah dan Tradisi Makan Bersama

Rangkaian kegiatan ibadah yang masif ini mendapat perhatian dan apresiasi positif dari pihak eksternal maupun internal kloter. Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter BTH 09, H. Suryandi Bonar Temala, Lc., M.A., menyatakan rasa bangganya atas konsistensi jemaah dalam beribadah.

"Kami sangat mengapresiasi segala bentuk kegiatan peribadatan yang diinisiasi oleh jemaah, baik yang bersifat ibadah mahdhah (wajib) seperti salat jamaah dan khataman, maupun ghairu mahdhah (sosial/umum) seperti wakaf Al-Qur'an ini. Semangat ini menunjukkan bahwa jemaah benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berinvestasi pahala di tempat terbaik," ujar H. Suryandi Bonar Temala.

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan spiritual tersebut, jemaah menggelar acara kebersamaan dengan makan bersama ala tradisi Arab Saudi di salah satu lantai hotel. Hidangan khas Timur Tengah yang disajikan secara komunal atau berkelompok ini mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan antarjemaah asal Riau sebelum mereka melangkah ke prosesi terakhir, yaitu Tawaf Wada', dan bertolak pulang ke tanah air membawa predikat haji yang mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....