Suhu Makkah Tembus 47 Derajat, Jemaah Haji Riau Dibekali "Jurus" Sabar dan Sehat

  • 19 Mei 2026 08:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cuaca terik dan padatnya "lautan" manusia menjadi ujian bagi para tamu Allah pada tahun ini. Guna memastikan kelancaran ibadah, jemaah haji dari Provinsi Riau, khususnya yang tergabung dalam kloter BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru) dan BTH 10 (Pekanbaru - Indragiri Hulu) mengikuti pembinaan intensif di Hotel 202 Safa al Murjan, Senin 18 Mei 2026 Waktu Arab Saudi pada pukul 09.00.

Agus Saputera selaku Ketua Kloter BTH 09 menjelaskan pembinaan ini menghadirkan dua pilar penting perlindungan jemaah: Musyrif Diny/Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor 2 yang diwakili oleh Budi Wibowo, serta Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Sektor 2.

Senyum dan Sabar: Kunci Menghadapi Gesekan Antar Jemaah

Dikatakan, dalam tausiyahnya, Budi Wibowo selaku nara sumber menitikberatkan pentingnya menjaga spiritualitas di tengah tingginya dinamika berhaji. Perbedaan karakter antar jemaah dari berbagai negara sangat rentan memicu gesekan.

"Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Di Tanah Suci ini, kita pasti akan menemui banyak perbedaan antar jemaah. Oleh karena itu, mari terus perbaiki komunikasi kita, baik hablumminallah maupun hablumminannas," ujar Budi Wibowo di hadapan para jemaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan jemaah untuk memperkuat ibadah hati dan lisan agar senantiasa diampuni Allah SWT. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 70, Budi berpesan, "Luruskan niat dengan ikhlas. Berkatalah yang jujur dan lembut. Jadilah jemaah yang murah senyum, karena senyum itu membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar kita," lanjutnya.

Waspada Cuaca Ekstrem

Dari sudut pandang medis, Tim Promkes Sektor 2 memberikan peringatan khusus terkait kondisi cuaca Makkah yang sedang berada pada fase ekstrem, dengan suhu tertinggi menyentuh angka 47 derajat Celsius. Perhatian ekstra sangat dibutuhkan mengingat 70 persen komposisi jemaah adalah lanjut usia (Lansia) dan berisiko tinggi (Risti).

"Cuaca panas ekstrem wajib dihindari. Jangan memaksakan diri. Kami sangat menyarankan jemaah untuk rutin meminum oralit guna mencegah dehidrasi, serta mengonsumsi kurma dan biskuit untuk menjaga stamina tubuh kata perwakilan Tim Promkes Sektor 2," kata Agus.

Tim Promkes juga membagikan panduan wajib, atau Alat Pelindung Diri (APD) Haji, yang harus selalu diterapkan jemaah saat beraktivitas. Jemaah juga selalu diingatkan untuk menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer.

"Wajib memakai topi dan payung saat keluar hotel. Membawa semprotan air dan semprotkan ke arah wajah secara berkala untuk menurunkan suhu tubuh.

"Bagi jemaah Risti, minum obat secara teratur adalah harga mati. Kami mohon sesama jemaah saling mengingatkan untuk minum obat," tambahnya.

Berbekal iman yang kuat dan fisik yang prima, diharapkan seluruh jemaah BTH 09 dan BTH 10 dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan meraih predikat mabrur, biiznillah dengan harapan doa dari seluruh masyarakat Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....