Keberangkatan JCH Riau Kloter BTH 08 Berjala Lancar

  • 30 Apr 2026 21:09 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hai dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, melaporkan perkembangan terbaru pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam (BTH) Kloter 08. Kloter ini terdiri dari 439 jemaah haji, dua Petugas Haji Daerah (PHD), dan empat petugas kloter, sehingga total keseluruhan berjumlah 445 orang.

“Alhamdulillah, Kloter BTH 08 menjadi kloter pertama asal Riau yang berangkat tanpa adanya kursi kosong atau open seat,” ujar Defizon, Kamis 30 April 2026.

Meski demikian, terdapat sejumlah jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan. Tiga jemaah asal Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi masih menjalani perawatan di Batam. Selain itu, tiga orang pendamping dari daerah yang sama juga ikut tertunda keberangkatannya.

“Selain jemaah yang dirawat di Batam, kami juga menerima laporan satu jemaah asal Kuantan Singingi wafat di daerah sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Pada Kloter BTH 08 juga terdapat mutasi masuk jemaah dari beberapa kloter sebelumnya. Sebanyak tiga jemaah berasal dari Kloter BTH 04 asal Pekanbaru, dua jemaah dari Kloter BTH 06 asal Rokan Hilir, dan dua jemaah dari Kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar.

Defizon menyampaikan, hingga hari keenam operasional pemberangkatan haji pada 30 April 2026, jumlah jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.614 jemaah haji, 12 PHD, tiga pembimbing KBIHU, dan 24 petugas haji.

“Sampai saat ini tercatat enam jemaah masih dirawat di rumah sakit di Batam, lima orang pendamping berada di Batam, dan empat jemaah lainnya sakit di daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jemaah haji asal Riau yang kini berada di Madinah agar mewaspadai cuaca panas yang mencapai 37 derajat Celsius pada siang hari. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar kesehatan jemaah tetap terjaga selama menjalankan ibadah.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, menggunakan pelindung seperti payung atau topi saat berada di luar ruangan, serta memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” katanya.

Defizon menegaskan, jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar hotel.

“Bagi jemaah lansia maupun yang memiliki riwayat penyakit, sebaiknya melaksanakan ibadah di hotel demi menjaga kesehatan dan keselamatan,” tambahnya.

Ia juga meminta seluruh jemaah tetap menjaga pola hidup sehat selama berada di Tanah Suci dengan cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan.

“Jika mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan kepada petugas kesehatan atau petugas kloter agar dapat segera ditangani,” tutur Defizon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....