Polda Riau Bekuk Dua Orang Diduga Edarkan Empat Etomidate di Pekanbaru

  • 14 Agt 2026 14:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau membekuk dua orang berinisial EC (35) dan DF (26) yang diduga terlibat dalam peredaran etomidate atau vape getar di Kota Pekanbaru. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita empat buah etomidate dan satu unit telepon seluler.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, kedua orang tersebut diamankan di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi etomidate di sekitar Jalan Soekarno-Hatta,” kata Putu di Pekanbaru, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Putu, informasi tersebut diterima petugas sekitar pukul 00.15 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendalami aktivitas DF yang diduga berperan sebagai perantara dalam transaksi tersebut.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengetahui DF kerap melakukan transaksi di rumah kosnya yang berada di Jalan Durian. Sekitar pukul 01.30 WIB, DF kemudian diketahui menghubungi EC untuk bertemu di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta.

“DF selanjutnya menghubungi EC untuk melakukan pertemuan di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas menemukan DF dan EC berada di toilet minimarket tersebut. Polisi kemudian melakukan penangkapan.

Dari tangan EC, petugas mengamankan empat buah etomidate serta satu unit telepon seluler. Berdasarkan pemeriksaan awal, EC mengaku memperoleh etomidate tersebut dari seorang pria berinisial R yang kini masih dalam penyelidikan.

“EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R dan dijanjikan keuntungan Rp50 ribu untuk setiap pieces apabila transaksi berhasil,” kata Putu.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga melakukan tes urine terhadap EC. Hasil pemeriksaan menunjukkan EC positif mengandung amphetamine.

Polda Riau masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap keberadaan R serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran etomidate di Pekanbaru.

“Kami masih mendalami keberadaan R, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran etomidate tersebut,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....