Pocong Bawa Parang di Pelalawan ternyata Rekayasa AI

  • 28 Mei 2026 09:56 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pelalawan - Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kerinci bergerak cepat menindaklanjuti viralnya informasi mengenai sosok pocong yang disebut membawa parang dan meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua mengatakan, informasi tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setelah beredar luas melalui media sosial dan grup percakapan WhatsApp warga.

“Informasi itu awalnya beredar saat kondisi listrik padam pada Minggu malam sekitar pukul 23.50 WIB. Narasi yang menyebut adanya pocong membawa parang kemudian menyebar luas dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Hasyim Risahondua, Kamis 28 Mei 2026.

Ia menjelaskan, setelah menerima informasi tersebut, jajaran Polsek Pangkalan Kerinci langsung melakukan penyelidikan untuk mencari sumber awal penyebaran foto dan narasi yang viral tersebut.

“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa pembuat sekaligus pengirim pertama informasi itu adalah seorang pelajar berinisial Revan Herdiansyah usia 16 tahun. Yang bersangkutan mengaku menyebarkan informasi tersebut hanya untuk iseng kepada temannya,” jelasnya.

Menurut Hasyim, remaja tersebut juga mengakui bahwa foto pocong yang beredar bukan kejadian nyata, melainkan gambar hasil rekayasa menggunakan aplikasi Artificial Intelligence (AI).

“Yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa foto itu dibuat menggunakan aplikasi AI. Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan teknologi dan media sosial,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari pembuatan video klarifikasi, surat pernyataan, hingga pengawasan terhadap pelaku penyebaran informasi tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan langsung menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Pastikan terlebih dahulu sumber dan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan maupun gangguan kamtibmas,” tutur Hasyim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....