Tanda Kucing Bahagia yang Sering Diabaikan Pemilik

  • 24 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Memahami suasana hati kucing kesayangan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pemiliknya. Berbeda dengan anjing yang cenderung mengekspresikan kegembiraan secara eksplisit melalui kibasan ekor, kucing memiliki cara yang lebih halus untuk menunjukkan rasa nyaman. Sering kali, sinyal-sinyal kecil yang menandakan Anabul (Anak Bulu) sedang merasa gembira dan tenang justru luput dari perhatian pemiliknya.

Salah satu tanda kebahagiaan yang paling mendasar adalah gerakan memijat dengan kedua kaki depannya (kneading) serta kedipan mata yang lambat (slow blink). Berdasarkan penjelasan perilaku hewan dari International Cat Care, gerakan memijat merupakan perilaku naluriah sejak bayi yang menandakan rasa aman tingkat tinggi. Sementara itu, kedipan mata yang lambat sering disebut sebagai "ciuman kucing", sebuah bentuk pernyataan kasih sayang dan kepercayaan penuh terhadap pemiliknya.

Posisi ekor dan telinga juga menyimpan bahasa tubuh yang kaya makna. Menurut ulasan dalam pandangan klinis American Veterinary Medical Association (AVMA), kucing yang merasa senang dan percaya diri akan berjalan dengan posisi ekor tegak lurus ke atas dengan ujung sedikit melengkung menyerupai tanda tanya. Posisi telinga yang menghadap ke depan dan rileks juga menandakan bahwa sang kucing berada dalam suasana hati yang ramah dan siap berinteraksi.

Tanda kebahagiaan lainnya tampak dari kebiasaan grooming atau menjilat tubuh, baik pada dirinya sendiri maupun pada pemiliknya (allogrooming). Studi etologi yang dipublikasikan dalam Journal of Veterinary Behavior mengungkapkan bahwa aktivitas menjilat bulu yang teratur menunjukkan tingkat stres yang rendah. Jika kucing mulai menjilat atau menyundul kepala (bunting) ke tangan pemiliknya, itu adalah cara mereka menandai bahwa pemiliknya adalah bagian dari zona aman mereka.

Di dalam negeri, pemahaman mendalam mengenai perilaku dan kesejahteraan kucing ini terus disosialisasikan oleh para praktisi medis. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mengingatkan bahwa respon suara seperti dengkuran halus (purring) dengan nada konstan serta vokal panggil bernada lembut (trilling) merupakan indikator bahwa kebutuhan fisik dan psikologis kucing telah terpenuhi dengan baik oleh pemiliknya.

Kucing yang bahagia juga menunjukkan selera makan yang stabil serta antusiasme yang tinggi saat diajak bermain. Edukasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mengenai kesejahteraan hewan (animal welfare) menekankan bahwa kucing yang aktif merespons mainan dan memiliki rutinitas buang air yang teratur di litter box menandakan kondisi mental yang sehat serta terbebas dari ancaman kejenuhan atau depresi.

Mengenali ketujuh sinyal kecil ini sangat penting agar hubungan emosional antara pemilik dan hewan peliharaan semakin erat. Dengan memberikan perhatian, nutrisi yang tepat, serta ruang yang aman, pemilik tidak hanya memastikan fisik kucingnya sehat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan hidup Anabul setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....