Tren Koleksi Figur Anime di Kalangan Generasi Z
- 26 Jun 2026 14:59 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Keranjingan terhadap budaya populer Jepang kini tidak lagi sebatas menonton serial animasi (anime) atau membaca komik (manga). Bagi Generasi Z, kecintaan tersebut telah bergeser ke ranah koleksi fisik yang bernilai estetika sekaligus ekonomi tinggi, yakni miniatur karakter atau yang akrab disebut anime figure.
Fenomena ini dengan mudah dijumpai di kamar-kamar anak muda hingga sudut kafe estetik, di mana deretan karakter ikonik berbahan polivinil klorida (PVC) dipajang sebagai representasi identitas diri. Alih-alih sekadar mainan plastik, bagi Gen Z, mengoleksi figur ini merupakan bentuk apresiasi seni mendalam sekaligus pelarian dari kepenatan dunia digital.
Laporan riset pasar global dari Grand View Research berbasis di California menunjukkan bahwa pasar mainan koleksi dunia, termasuk figur anime, terus mengalami lonjakan valuasi yang masif dan diproyeksikan tumbuh stabil hingga mendekati angka miliaran dolar AS menjelang akhir dekade ini. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh daya beli Gen Z yang mulai memasuki usia produktif dan bersedia mengalokasikan pendapatan mereka untuk hobi premium.
Secara psikologis, tren ini juga erat kaitannya dengan kesehatan mental dan pembentukan ruang personal yang nyaman bagi anak muda. Menurut kajian sosiologi budaya dari Universitas Indonesia (UI), aktivitas mengoleksi objek fisik dari karakter favorit berfungsi sebagai media katarsis psikologis yang memberikan rasa kendali, kenyamanan emosional, serta kepuasan batin tersendiri bagi Gen Z di tengah ketidakpastian dunia modern. Memiliki sudut khusus berisi koleksi kesayangan di kamar disinyalir mampu menurunkan tingkat stres setelah seharian beraktivitas di ranah akademik maupun profesional.
Menariknya, hobi ini juga telah berevolusi menjadi instrumen investasi alternatif yang cukup menjanjikan bagi sebagian kolektor muda. Berdasarkan ulasan berkala dari platform kurasi barang koleksi internasional AmiAmi Jepang, nilai jual kembali (resale value) dari figur-figur kategori limited edition atau rilisan eksklusif festival sering kali melambung hingga dua kali lipat dari harga rilis aslinya. Gen Z yang dikenal jeli melihat peluang ekonomi memanfaatkan ekosistem digital untuk saling bertukar, melelang, dan memperjualbelikan koleksi mereka di pasar sekunder demi meraih keuntungan.
Di dalam negeri sendiri, geliat industri kreatif ini turut mendorong lahirnya berbagai komunitas lokal yang aktif dan solid sebagai wadah bertukar informasi. Catatan dari Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) mengungkapkan bahwa pameran-pameran pop kultur domestik kini semakin didominasi oleh pengunjung usia muda yang berburu figur orisinal demi menghindari produk tiruan. Komunitas-komunitas ini tidak hanya menjadi tempat pamer koleksi, melainkan ekosistem perputaran uang yang menghidupkan jasa titip (jastip) internasional, perbaikan figur (repair), hingga fotografer mainan (toy photography).
Digitalisasi dan masifnya media sosial seperti TikTok dan Instagram turut menjadi bahan bakar utama yang mempercepat penyebaran tren ini secara visual. Konten berupa unboxing paket figur, penataan lemari pajang (room tour), hingga ulasan detail mengenai kualitas pahatan (sculpting) selalu berhasil menarik jutaan pasang mata sesama pencinta pop kultur. Bagi Gen Z, membagikan estetika koleksi mereka ke jagat maya adalah cara paling instan untuk mendapatkan pengakuan sosial dan terhubung dengan jejaring global tanpa batas geografis.
Tren koleksi figur anime di kalangan Gen Z membuktikan bahwa hobi masa kecil yang dahulu sering dianggap sebelah mata kini telah bertransformasi menjadi sebuah subkultur yang memiliki dampak ekonomi nyata. Di balik kaca-kaca lemari pajang yang rapi, tersimpan perpaduan antara apresiasi seni modern, investasi finansial yang cerdas, dan ruang ekspresi diri yang merdeka. Selama industri kreatif Jepang terus menelurkan karya-karya sinematik yang emosional, maka selama itu pula miniatur-miniatur karakter ini akan terus berburu tempat di hati para kolektor muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....