Istilah Dasar dalam Crochet yang Wajib Diketahui Pemula

  • 24 Jun 2026 12:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Belakangan ini, seni merajut atau crochet sedang naik daun dan digandrungi oleh banyak anak muda sebagai hobi baru yang produktif. Namun, bagi Anda yang baru ingin memulai, deretan instruksi dalam pola rajutan sering kali terlihat membingungkan layaknya membaca kode rahasia.

Memahami istilah dan singkatan dasar adalah langkah awal paling krusial agar proses belajar merajut menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan tidak bikin frustrasi. Istilah paling mendasar yang wajib dikuasai pertama kali adalah Chain (ch) atau tusuk rantai.

Melansir panduan resmi dari Craft Yarn Council, tusuk rantai merupakan fondasi awal dari hampir semua proyek crochet. Tanpa kuasai pembuatan chain yang konsisten, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat, seorang pemula akan kesulitan untuk membangun baris-baris rajutan berikutnya karena tusuk rantai inilah yang berfungsi sebagai fondasi utama cetakan pola.

Setelah rantai fondasi terbentuk, istilah berikutnya yang sering muncul adalah Single Crochet (sc) atau tusuk tunggal. Menurut standar penulisan pola internasional yang dirilis oleh Crochet Guild of America (CGOA), single crochet adalah teknik tusukan paling pendek dan rapat. Tusukan ini sangat penting dikuasai karena menjadi teknik dasar utama dalam pembuatan amigurumi (boneka rajut mini) yang kini sedang tren di pasaran, karena menghasilkan tekstur kain rajut yang padat dan tidak berlubang.

Bagi Anda yang ingin membuat proyek dengan tekstur yang lebih lentur dan cepat selesai, kuasai juga istilah Double Crochet (dc) atau tusuk ganda. Teknik ini memiliki tinggi dua kali lipat dari single crochet karena melibatkan variasi lilitan benang ekstra sebelum jarum rajut (hakpen) dimasukkan ke dalam lubang. Tusukan double crochet biasanya menjadi makanan wajib saat Anda ingin membuat syal, baju hangat (cardigan), atau tas jinjing bertema jaring (mesh bag).

Selain teknik tusukan, pemula juga harus akrab dengan istilah operasional seperti Slip Stitch (sl st) dan Fasten Off (FO). Berdasarkan buku panduan kerajinan tangan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI terkait pengembangan industri kreatif rumahan, slip stitch berfungsi sebagai teknik tak terlihat untuk menyambungkan ujung rajutan lingkaran atau memindahkan posisi benang tanpa menambah tinggi pengerjaan. Sementara itu, fasten off adalah istilah mengunci benang di akhir proyek agar seluruh hasil rajutan tidak terurai kembali.

Tantangan terbesar bagi pemula di dalam negeri umumnya adalah perbedaan kiblat istilah pola yang beredar di internet, yakni standar US Term (Amerika) dan UK Term (Inggris). Merujuk pada modul edukasi dari komunitas rajut nasional Merajut Indonesia, sangat disarankan bagi pemula untuk selalu memeriksa keterangan pola di awal lembar panduan. Sebagai contoh, istilah double crochet (dc) pada standar Amerika memiliki arti yang sama dengan treble crochet (tr) pada standar Inggris, sehingga ketelitian membaca istilah ini akan menentukan keberhasilan bentuk akhir karya Anda.

Memulai hobi crochet memang membutuhkan ketekunan ekstra di awal, terutama dalam menyelaraskan gerakan tangan dan ingatan terhadap istilah pola. Namun, begitu Anda berhasil memahami formula dasar ini, seutas benang wol biasa akan berubah menjadi karya seni bernilai tinggi yang personal. Selamat mencoba dan mari mulai merajut karya pertama Anda

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....