Bertahan di Dunia Musik saat Krisis: Strategi dan Perjuangan Musisi Lokal

  • 26 Apr 2026 23:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pandemi COVID-19 menjadi salah satu ujian terberat bagi pelaku industri kreatif, termasuk musisi. Dalam Obrolan Music Live Chat Pro 2 Pekanbaru bersama Dwi Argi pada Sabtu 17 April 2026 lalu, ia menceritakan bagaimana seorang musisi lokal harus berjuang untuk tetap bertahan di tengah keterbatasan.

Sebelum pandemi, aktivitas bermusik banyak bergantung pada event dan panggung. Namun ketika pandemi melanda, hampir seluruh kegiatan tersebut terhenti. Kondisi ini memaksa banyak musisi untuk mencari cara lain agar tetap bisa bertahan.

Dwi Argi mengungkapkan salah satu kunci bertahannya adalah dengan mengembangkan soft skill tambahan, khususnya di bidang audio recording. Ia mulai belajar produksi musik, membuat karya sendiri, hingga membantu proyek musik orang lain.

Langkah ini terbukti efektif. Ketika banyak musisi kehilangan panggung, ia tetap memiliki sumber penghasilan dari kemampuan lain yang dimilikinya. Bahkan, ia juga mulai mengajar musik, yang menjadi salah satu penopang utama selama masa sulit tersebut.

Tidak hanya soal skill, faktor lingkungan juga berperan besar. Dukungan dari rekan dan mentor seperti sesama pelaku seni membantu menjaga semangat dan membuka peluang baru. Kolaborasi menjadi kunci untuk tetap produktif.

Namun, perjuangan itu tidak selalu mudah. Dwi Argi mengaku sempat harus menjual peralatan musik demi memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa dunia kreatif memiliki risiko tinggi, terutama ketika tidak memiliki diversifikasi kemampuan.

Dari pengalaman ini, ada pelajaran penting bagi para musisi muda: jangan hanya bergantung pada satu kemampuan. Dunia kreatif menuntut fleksibilitas dan kesiapan menghadapi perubahan.

Akhirnya, kisah ini menjadi inspirasi bahwa bertahan di dunia musik bukan hanya soal bakat, tetapi juga strategi, adaptasi, dan mental yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....