Dari Kuas ke Citra Diri, Rahasia MUA Nasional

  • 13 Nov 2025 09:09 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Di dunia kecantikan yang penuh warna, nama Bubah Alfian bukan sekadar dikenal tapi diakui. Dari red carpet hingga acara internasional, MUA satu ini berhasil memoles wajah banyak selebritas Tanah Air dan sekaligus membangun citra profesional yang kuat.

Di balik itu semua, ada satu kunci: personal branding. Menurut teori personal branding dari Montoya (dalam penelitian Lestari & Farina, 2021), membangun citra diri profesional bukan hanya tentang keahlian, tapi juga tentang konsistensi, karakter, dan nilai yang diperlihatkan pada publik.

Bubah Alfian menjadi contoh nyata bagaimana strategi ini bekerja dalam dunia nyata. Penelitian oleh Sari, Wulandari, & Prasetyo (2024) dalam Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia menemukan bahwa Bubah menampilkan representasi maskulinitas dan feminitas secara seimbang di akun Instagram-nya. Melalui konten riasan, gaya busana, dan komunikasi visual, ia menampilkan sisi profesional sekaligus autentik. Citra ini membuatnya berbeda dari MUA lain, ia tidak hanya merias wajah, tetapi juga “merias persepsi” publik tentang dirinya.

Media sosial menjadi panggung utama bagi banyak MUA. Dalam studi Lestari & Farina (2021) disebutkan bahwa Instagram berperan besar dalam memperkuat reputasi dan menjangkau klien. Bubah menggunakan platform ini bukan sekadar untuk promosi, tetapi juga sebagai ruang bercerita: menampilkan karya, membagikan proses kreatif, dan menunjukkan interaksi hangat dengan tim serta kliennya. Di situlah keaslian dan good name terbentuk, dua elemen penting dalam teori personal branding.

Lebih dari sekadar riasan dan pencitraan glamor, personal branding juga bisa menjadi sarana menyampaikan pesan sosial. Penelitian Daniartha & Alkhajar (2023) menegaskan bahwa MUA yang membawa nilai-nilai seperti kepedulian lingkungan atau inklusivitas memiliki daya tarik lebih besar di mata publik. Bubah Alfian termasuk di antaranya, ia dikenal mendukung keberagaman gender dan percaya bahwa kecantikan bisa dimiliki siapa saja, tanpa batas.

Kisah Bubah Alfian menunjukkan bahwa personal branding bukan sekadar strategi marketing, melainkan proses mengenal diri dan menampilkannya dengan konsisten. Dalam dunia yang serba visual ini, keaslian menjadi mata uang baru. Dari kuas yang ia genggam, Bubah tidak hanya menciptakan wajah-wajah cantik, tetapi juga membangun citra diri yang inspiratif. (Gizca Azalia Milano)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....