Frugal Living di Era Belanja Online

  • 22 Sep 2025 08:30 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Konsep hidup hemat atau yang dikenal dengan frugal living kini semakin populer, terutama di tengah maraknya tren belanja online. Hal ini disampaikan oleh Rini Andriani, anggota Komunitas Pekanbaru Book Party, saat berbagi bacaan buku berjudul Good Habits For Frugal Living di Program Intip Buku RRI Pro 2 Pekanbaru pada Minggu (21/9/2025).

Menurut Rini, konsep frugal living bukanlah hal baru. “Frugal living ini sebenarnya sudah dikembangkan dari tahun 1929-1939 di Amerika Serikat. Memang pada saat itu kondisi ekonomi di Amerika Serikat sempat sedang dalam kondisi krisis yang sulit. Jadi orang-orang yang tadinya budaya konsumtif, mulai menghargai nilai uang dan juga mulai untuk mengurangi gaya hidup konsumtifnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Indonesia sendirj frugal living baru mulai populer saat pandemi Covid-19.

“Kalau di Indonesia sendiri baru populernya (Frugal Living) itu pada saat era pandemi covid. Orang-orang pada saat itu juga mulai aware bahwa kalau memang sebenarnya kita enggak bisa nih kalau misalnya selalu konsumtif atau belanja impulsif dan mulai berhidup hemat,” ujarnya.

Rini menjelaskan bahwa konsep frugal living yang tertuang dalam buku tersebut, mengajarkan masyarakat untuk tidak boros, tidak terlalu impulsif, serta mengurangi pola hidup konsumtif.

“Konsep frugal living ini sebenarnya memberi tahu kita juga bahwa sebenarnya kita jangan terlalu boros, terlalu impulsif dan juga pola hidup yang terlalu konsumtif,” tambahnya.

Rini juga membagikan salah satu tips sederhana yang diulas dalam buku tersebut agar tidak terjebak belanja impulsif, khususnya di era digital.

“Jadi kalau dari buku ini, kalau kita mengurangi hawa nafsu kita untuk belanja ya, sebenarnya cara yang paling mudah itu coba untuk memberi jeda waktu. Kadang pola konsumtif belanja impulsif kita itu biasanya kan karena terdorong dari hawa nafsu kita ya. Untuk mencoba mengeremnya itu coba beri waktu jeda. Nah biasanya setelah jeda waktu itu biasanya kita baru akan mulai berpikir lagi sebenarnya kita membutuhkan atau perlu enggak sih kita untuk belanja ini,” jelas Rini.

Dengan semakin maraknya belanja online dan promosi yang menggoda, Rini berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menerapkan pola hidup hemat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....