Journaling Jadi Terapi Emosi dan Nostalgia
- 28 Jul 2025 18:51 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Journaling merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan bukan sekedar untuk menulis dan menggambar di buku. Lebih dari itu, ternyata Journaling punya manfaat yang luar biasa untuk mengelola emosi.
Kegiatan journaling sendiri tidak sekadar menulis seperti di buku harian, tapi melibatkan elemen visual seperti gambar, stiker, dan potongan barang-barang berkesan. Hal ini menjadikan aktivitas tersebut terasa personal dan bermakna.
“Kalau lagi kesel atau sedih, journaling itu seperti terapi,” jelas Tirza Tito yang merupakan salah satu Founder dari Komunitas Glue & Guts: Journaling Club, dalam Obrolan Komunitas Hobi di Programa 1 RRI Pekanbaru, Sabtu (26/7/2025).
Selain itu, journaling juga menjadi bentuk ekspresi yang bisa menjadi alat penyembuhan batin. Sehingga tak jarang Tirza juga membawa buku Journaling-nya kemanapun.
“Kadang saya bawa jurnal ke mana-mana, supaya bisa langsung nempel kalau ada momen seru,” tambah Tirza.
Adzidza Mauritzka yang juga Founder Komunitas Glue & Guts: Journaling Club dalam Dialog yang sama bercerita, dulunya hanya suka menulis diary, mulai mengenal journaling saat mengikuti workshop di Jakarta pada akhir 2023.
“Waktu itu lagi bingung mau ngapain kan di Jakarta lama, dan tiba-tiba ada workshop journaling, terus ikut deh. Pulangnya malah bahagia banget,” kenangnya.
Sejak itu, journaling menjadi bagian penting dari hidupnya. Selain nostalgia, journaling juga jadi cara untuk mengenang detail kecil kehidupan. Tiket bioskop, resi pengiriman, hingga bungkus jajanan menjadi bahan utama dalam junk journaling.
“Menurut orang lain itu sampah, tapi buat kami penuh cerita,” ungkap Adzidza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....