Tren Pelat Kendaraan "805" Mewarnai Jalan Raya

  • 19 Mei 2025 15:41 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Dalam beberapa waktu terakhir, pelat nomor kendaraan dengan kombinasi angka "805" menjadi tren baru di kalangan pemilik mobil roda empat di Indonesia termasuk di Kota Pekanbaru. Sekilas, deretan angka ini memang tampak seperti susunan biasa, tapi syarat makna bagi pemiliknya.

Jika dilihat lebih saksama, "805" sering dimaknai sebagai pelesetan dari kata "BOS", yang dalam bahasa gaul berarti pemimpin atau orang terpandang. Dari sudut pandang seni visual atau art, angka-angka ini membentuk komposisi estetis yang cukup menarik, simpel namun sarat makna, apalagi jika dipadukan dengan huruf yang unik pada pelat khusus atau pelat cantik.

Fenomena ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran estetika pemilik mobil terhadap elemen kendaraan mereka. Tak hanya modifikasi bodi atau velg, pelat nomor kini menjadi bagian dari identitas visual yang diperhatikan. Layaknya accessory fashion, pelat "805" dianggap sebagai simbol status baru yang mencerminkan gaya hidup.

Di media sosial, semakin banyak pemilik mobil yang memamerkan pelat mereka dengan bangga, menandakan bahwa pelat ini telah menjadi bagian dari lifestyle trend di kalangan tertentu.Namun, untuk bisa menggunakan pelat nomor khusus seperti "805", tentu ada biaya tambahan yang tidak sedikit.

Menurut regulasi dari Korlantas Polri, permintaan nomor pilihan atau nomor cantik dikenakan tarif yang bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung dari kombinasi angka dan huruf yang diinginkan. Biaya tersebut dianggap sepadan oleh para peminatnya, karena nilai gengsi dan keunikan yang ditawarkan bisa jadi jauh lebih berharga dibanding angka di kuitansi.

Di balik tren ini, motivasi utama para pemilik mobil menggunakan pelat "805" bukan semata-mata estetika. Banyak dari mereka yang melihat pelat ini sebagai cara untuk menunjukkan status sosial, personal branding, bahkan strategi pemasaran. Para pengusaha, selebritas, hingga influencer memanfaatkan pelat ini untuk tampil beda di jalanan dan memunculkan kesan ‘bos besar’.

Tak jarang, pelat "805" digunakan sebagai bagian dari identitas bisnis atau komunitas tertentu.Meski begitu, muncul pula suara kritis dari sebagian masyarakat yang menilai tren ini bisa memperkuat kesenjangan sosial di jalan raya. Namun seperti tren pada umumnya, pelat "805" akan terus berkembang selama masih mendapat tempat di ruang ekspresi publik. Entah sebagai simbol seni, gaya hidup, atau pencitraan diri, tren pelat nomor ini mencerminkan dinamika sosial yang makin kreatif dan penuh warna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....