Perjalanan Adinda Auriell di Dunia Ilustrasi

  • 06 Feb 2025 08:24 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Dunia ilustrasi di Pekanbaru semakin berkembang dengan hadirnya talenta-talenta muda berbakat.

Salah satunya adalah Adinda Auriell, seorang freelance illustrator yang juga berperan sebagai trainer di Riau Creative Hub.

Berawal dari hobi menggambar sejak kecil, Adinda kini menjadikan keterampilannya sebagai sumber penghasilan. Dukungan guru serta lingkungan yang positif membuatnya semakin serius menekuni bidang ini.

Adinda bercerita dalam obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Pekanbaru bahwa perjalanan kariernya sebagai illustrator dimulai sejak tahun 2021. Ia memulainya tepat di tahun akhir masa perkuliahannya, begitu pula dengan klien pertamanya.

“Kalau ditanya soal jam terbang, mungkin masih kurang, tapi aku tetap ingin terus mengembangkan ini,” ujarnya, Rabu (5/2/2025)

Keseriusan Adinda dalam ilustrasi terlihat sejak ia duduk di bangku SMA hingga akhirnya memilih jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai langkah akademisnya. Dalam dunia ilustrasi, Adinda mengakui bahwa banyak sosok yang menginspirasi gaya gambarnya.

“Role model itu nggak bisa terbatas pada satu orang saja. Bisa dari musik, desainer, bahkan tokoh di video game. Kalau dari illustrator, aku terinspirasi dari Tetsuya Nomura, Yoshitaka Amano, dan juga pencipta Death Note,” ungkapnya.

Menurut Adinda, dari beberapa illustrator ternama itu ia banyak belajar tentang komposisi dan detail dalam menggambar. Namun, menjadi seorang illustrator freelance ia akui memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam membangun portofolio dan strategi pemasaran.

“Marketingnya yang sulit, cara menjualnya dan gimana dapat klien itu tantangan besar,” kata Adinda.

Beruntung, ia tergabung dalam Riau Creative Hub yang membantunya dalam networking serta branding diri. Organisasi ini memberikan wadah bagi para pelaku kreatif untuk berkembang dan berkolaborasi.

Menurut Adinda, skill menggambar bukan hanya soal bakat, tetapi juga latihan yang berkelanjutan.

“Orang sering bilang gambar itu bakat, padahal yang berbakat pun tetap butuh latihan. Ada fundamental yang harus dikuasai, seperti komposisi, warna, dan garis. Jadi, kalau mau berkembang, harus terus upgrade skill dan cari panutan buat latihan,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....