Menonton Film Kartun, Benarkah Bisa Mengembalikan Kenangan Masa Kecil?

  • 24 Agt 2026 17:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menonton film kartun yang pernah disaksikan ketika masih kecil sering kali memberikan perasaan yang berbeda dibandingkan menonton tayangan baru. Baru mendengar musik pembuka atau melihat karakter yang familiar, seseorang bisa langsung teringat pada masa sekolah, keluarga, teman bermain, atau kebiasaan menonton televisi.

Perasaan rindu terhadap pengalaman masa lalu tersebut dikenal sebagai nostalgia. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Current Opinion in Psychology, nostalgia merupakan kerinduan emosional terhadap masa lalu dan dapat memberikan sejumlah manfaat psikologis.

Film kartun dapat menjadi pemicu nostalgia karena memiliki berbagai unsur yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Karakter, musik, suara, cerita, bahkan waktu tertentu ketika kartun tersebut ditonton dapat membantu seseorang mengingat pengalaman masa lalu.

Penelitian dalam jurnal Consciousness and Cognition menemukan bahwa nostalgia berkaitan dengan fungsi memori autobiografis, yaitu ingatan mengenai pengalaman yang pernah dialami seseorang. Penelitian tersebut juga menemukan nostalgia dapat meningkatkan emosi positif, harga diri, rasa keterhubungan sosial, dan makna hidup.

Ketika seseorang menonton kembali kartun favoritnya, kenangan yang muncul biasanya tidak hanya berkaitan dengan film tersebut. Seseorang mungkin mengingat siapa yang menemaninya menonton, makanan yang biasa dimakan, rumah tempat tinggal, atau kegiatan yang dilakukan setelah menonton.

Hal ini menunjukkan sebuah tontonan dapat menjadi bagian dari pengalaman pribadi yang lebih luas. Penelitian mengenai nostalgia menunjukkan bahwa kenangan nostalgia sering kali memiliki unsur sosial dan dapat memperkuat perasaan terhubung dengan orang lain.

Menariknya, nostalgia juga dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Happiness Studies menggunakan video nostalgia dari masa kanak-kanak untuk memicu nostalgia pada peserta penelitian. Hasilnya menunjukkan kelompok yang melihat video nostalgia mengalami emosi positif yang lebih tinggi dan emosi negatif yang lebih rendah. Penelitian tersebut juga menemukan rasa syukur berperan dalam hubungan antara nostalgia dan kesejahteraan emosional.

Nostalgia juga dapat membuat seseorang merasa masa lalu dan kehidupan sekarang masih memiliki hubungan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menemukan nostalgia dapat memperkuat self-continuity, yaitu perasaan bahwa diri kita saat ini masih memiliki hubungan dengan diri kita di masa lalu. Efek tersebut berkaitan dengan meningkatnya rasa keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis.

Selain memberikan perasaan hangat, nostalgia dapat mengingatkan seseorang pada hubungan dengan keluarga dan teman. Misalnya, menonton kartun yang dulu sering ditonton bersama saudara dapat membuat seseorang teringat pada momen sederhana yang pernah dilalui bersama. Penelitian mengenai nostalgia sebagai emosi sosial menunjukkan nostalgia dapat meningkatkan rasa keterhubungan dengan orang lain dan mendorong seseorang untuk lebih menghargai hubungan sosial.

Namun, bukan berarti semua kenangan masa kecil yang muncul saat menonton kartun selalu menggambarkan masa lalu secara sempurna. Ingatan manusia dapat dipengaruhi oleh emosi dan cara seseorang mengingat pengalaman.

Sebuah penelitian dalam jurnal Emotion menunjukkan bahwa perasaan positif saat mengingat sesuatu dapat membuat masa lalu terasa lebih bahagia daripada keadaan sebenarnya. Karena itu, nostalgia sebaiknya dipahami sebagai pengalaman emosional terhadap masa lalu, bukan sebagai gambaran yang sepenuhnya objektif mengenai kehidupan masa kecil.

Dengan demikian, menonton film kartun memang dapat membantu memunculkan kembali kenangan masa kecil, terutama jika kartun tersebut memiliki hubungan emosional dengan pengalaman pribadi. Musik, karakter, cerita, dan suasana dari kartun lama dapat menjadi pemicu nostalgia yang membawa seseorang mengingat kembali berbagai pengalaman masa lalu. Penelitian menunjukkan bahwa nostalgia tidak hanya berkaitan dengan kenangan, tetapi juga dapat berhubungan dengan emosi positif, rasa terhubung dengan orang lain, serta makna dalam kehidupan.

Jadi, jika suatu hari kamu menonton kartun lama lalu tiba-tiba tersenyum, merasa rindu, atau teringat pada masa ketika masih kecil, hal tersebut bukan sesuatu yang aneh. Tayangan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan kita dapat menjadi pemicu munculnya kenangan autobiografis dan nostalgia. Meskipun tidak benar-benar membawa kita kembali ke masa kecil, film kartun dapat menjadi semacam “mesin waktu” emosional yang membuat kenangan lama terasa hidup kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....