Semangat HUT ke-81 RRI, Penyiar Tetap Kenakan Atribut Daerah
- 17 Agt 2026 08:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) tidak hanya hadir melalui rangkaian upacara. Di balik ruang siaran, para penyiar RRI Pro 1, Pro 2 dan Pro 4 Pekanbaru turut menunjukkan kecintaan terhadap identitas dan budaya daerah dengan mengenakan atribut khas Melayu Riau.
Meski tidak mengikuti langsung rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RRI, para penyiar tetap hadir dengan busana yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Penggunaan tanjak dan pakaian bermotif khas Melayu menjadi simbol bahwa semangat memperingati hari jadi RRI dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk membawa identitas budaya daerah ke ruang siaran.
Penyiar Pro 4 RRI Pekanbaru, Fardi, mengatakan penggunaan atribut daerah menjadi bagian dari cara sederhana untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter RRI sebagai media publik yang dekat dengan masyarakat.
“Walaupun kami tidak mengikuti langsung rangkaian upacara, semangat HUT ke-81 RRI tetap kami rasakan. Mengenakan atribut daerah menjadi bentuk kecil kecintaan kami terhadap budaya Melayu Riau dan sekaligus mengingatkan bahwa RRI hadir dari daerah dan untuk masyarakat,” ujar Fardi, Senin 17 Agustus 2026.
Menurutnya, penyiar tidak hanya bertugas menyampaikan informasi dan hiburan kepada pendengar, tetapi juga memiliki peran dalam memperkenalkan serta menjaga keberadaan budaya daerah melalui siaran.
Hal senada disampaikan Penyiar Pro 1 RRI Pekanbaru, Pranoto. Ia menilai penggunaan pakaian dan atribut daerah dalam momentum HUT RRI menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“RRI sudah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia selama 81 tahun. Karena itu, ketika kita menggunakan atribut daerah, kita ingin menunjukkan bahwa keberadaan RRI juga sangat dekat dengan kebudayaan masyarakat di daerah, termasuk budaya Melayu Riau,” kata Pranoto.
Pranoto menambahkan, keberagaman budaya merupakan kekuatan yang perlu terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda. Menurutnya, ruang siaran dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih dekat dan relevan.
Sementara itu, Penyiar Pro 2 RRI Pekanbaru, Ditto Satriawan, menyebut penggunaan atribut daerah pada momentum HUT RRI menjadi pengingat bahwa peringatan hari jadi bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga mengenai nilai dan identitas yang dibawa RRI dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga penyiaran publik.
“Bagi kami, memakai atribut daerah bukan sekadar soal pakaian. Ada pesan tentang identitas, kebanggaan dan penghormatan terhadap budaya. Semoga semangat seperti ini juga bisa terus hadir dalam aktivitas RRI sehari-hari, termasuk melalui program-program siaran,” ujar Dito.
Penggunaan tanjak dan busana bermotif Melayu di lingkungan kerja RRI Pro 4 Pekanbaru sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat hadir berdampingan dengan aktivitas penyiaran modern. Terlebih, RRI memiliki ruang yang luas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat melalui siaran radio maupun platform digital.
Momentum HUT ke-81 RRI pun menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan peran RRI sebagai media yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga merawat keberagaman, memperkuat identitas kebangsaan, dan memberikan ruang bagi budaya lokal untuk terus dikenal.
Bagi para penyiar, semangat HUT ke-81 RRI tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Semangat itu juga hadir di balik mikrofon, melalui suara yang menyapa pendengar, informasi yang disampaikan, serta identitas budaya yang dikenakan sebagai bagian dari kebanggaan menjadi insan RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....