Lomba Sihir Rilis Single 'Di Seberang' Bertema Kehilangan

  • 27 Jul 2026 01:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru: Grup musik asal Jakarta, Lomba Sihir, kembali menyapa pendengar dengan meluncurkan single terbaru berjudul “Di Seberang” pada 15 Juli 2026 melalui label Sun Eater di berbagai platform musik digital. Lagu ini ditulis secara kolektif oleh para personelnya Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra (Hindia) serta diproduseri langsung oleh Lomba Sihir dengan menggandeng Rishanda Singgih sebagai pemain bass tamu.

Lagu "Di Seberang" mengangkat tema perenungan emosional tentang bagaimana kehidupan tetap harus berjalan setelah perpisahan atau kematian. Enrico Octaviano mengungkapkan bahwa ide lagu ini berangkat dari pertanyaan sederhana yang kerap muncul dalam obrolan rumah tangga mengenai skenario jika salah satu pasangan pergi lebih dulu. Melalui lirik yang menyentuh, lagu ini merekam obrolan intim mengenai pilihan dan rencana hidup di tengah kehilangan.

Dari segi musikalitas, "Di Seberang" menyajikan perpaduan kontras antara lirik yang puitis-sentimental dengan balutan musik rock alternatif bertempo dinamis serta riff gitar fuzzy yang bertenaga. Rayhan Noor menjelaskan bahwa eksplorasi suara ini menjadi bentuk kembalinya warna musik bernuansa dirty dan loud seperti pada album debut mereka Selamat Datang di Ujung Dunia (2021). Pendekatan ini menegaskan spektrum bermusik Lomba Sihir yang luas dan terus berkembang.

Single ini sekaligus menjadi pembuka menuju peluncuran album edisi mewah (deluxe edition) bertajuk Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang dijadwalkan rilis pada 4 September mendatang. Proyek ini merupakan perluasan dari album kedua mereka, Obrolan Jam 3 Pagi (2025). Menurut Natasha Udu, lagu "Di Seberang" dipilih sebagai single utama karena dinilai sebagai pengantar paling tepat untuk membuka rangkaian cerita-cerita baru yang lebih personal dan mendalam.

Para personel Lomba Sihir berharap "Di Seberang" dapat menjadi ruang tenang dan teman berproses bagi siapa saja yang sedang mengalami fase serupa dalam hidupnya. Enrico dan Udu menyampaikan setelah dirilis, lagu ini sepenuhnya milik para pendengar untuk menemui maknanya masing-masing di tengah aktivitas harian mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....