Menyelami Vibes Musik Gen Z Dari Hati Turun ke Playlist

  • 20 Jul 2026 18:08 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pernahkah kamu membuat playlist baru hanya karena suasana hati berubah? Atau memutar lagu yang sama berulang kali karena liriknya terasa begitu mewakili isi hati? Bagi banyak Gen Z, musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk mengekspresikan emosi, mencari ketenangan, sekaligus memahami diri sendiri ketika kata-kata terasa sulit diungkapkan.

Pandangan ini sejalan dengan temuan dalam Spotify Culture Next 2024 yang menyebutkan generasi muda memanfaatkan musik sebagai sarana membangun identitas, menjalin koneksi, dan menemukan rasa memiliki dalam sebuah komunitas. Di era digital, playlist pun berkembang menjadi lebih dari sekadar kumpulan lagu.

Bagi sebagian Gen Z, playlist berfungsi layaknya diary digital yang menyimpan berbagai cerita dan momen kehidupan. Lagu-lagu dipilih berdasarkan suasana hati, mulai dari rasa patah hati, kecemasan menghadapi masa depan, semangat mengejar mimpi, hingga euforia saat jatuh cinta. Tak heran jika banyak playlist memiliki judul unik yang menyimpan makna personal bagi pembuatnya.

Hal menarik lainnya adalah keterbukaan Gen Z terhadap berbagai genre musik. Dalam satu playlist, lagu pop indie bernuansa melankolis dapat berdampingan dengan hip-hop yang penuh energi, R&B yang hangat, lo-fi yang menenangkan, hingga soundtrack film atau anime favorit. Kemudahan mengakses jutaan lagu melalui layanan streaming membuat batas antar-genre semakin kabur. Selama mampu menghadirkan vibes yang sesuai dengan suasana hati, sebuah lagu memiliki peluang untuk menjadi favorit.

Musik juga berperan sebagai jembatan yang mempererat koneksi sosial. Melalui TikTok, Instagram Reels, maupun fitur berbagi playlist di Spotify, Gen Z dapat menemukan orang-orang dengan selera musik yang serupa. Tak sedikit lagu yang menjadi viral karena berhasil menggambarkan pengalaman emosional yang dirasakan banyak orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya dinikmati secara individual, tetapi juga menjadi media untuk membangun interaksi dan rasa kebersamaan di ruang digital.

Pada akhirnya, playlist bukan sekadar daftar lagu. Di balik setiap judulnya tersimpan cerita, harapan, kegelisahan, patah hati, hingga mimpi yang belum sempat terucap. Di tengah derasnya arus informasi digital, musik tetap menjadi ruang sederhana tempat banyak anak muda menemukan kenyamanan dan memahami diri sendiri. Sebab bagi Gen Z, setiap lagu bukan hanya untuk didengar, tetapi juga menjadi cara mengingat, merasakan, dan merayakan setiap fase kehidupan. (Celsi Resika Putri)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....