Rilis 'Semoga Hanya di Mimpi', Bernadya Hadapi Takut Bahagia
- 27 Jun 2026 02:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru: Penyanyi dan penulis lagu berbakat asal Surabaya, Bernadya, kembali menyapa pencinta musik tanah air dengan gebrakan baru. Setelah sukses meroketkan namanya lewat album penuh perdana Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang sukses meraih tiga piala AMI Awards 2024, kini ia resmi merilis album penuh keduanya. Karya teranyar yang diberi judul Semoga Hanya di Mimpi ini resmi mengudara di berbagai platform musik digital di bawah naungan label JUNI Records tepat pada 24 Juni 2026.
Berbeda dengan musisi pada umumnya yang memendam rasa takut atau menuangkannya dalam jurnal pribadi, Bernadya justru memilih mengeksplorasi ketakutan terapisnya seputar cinta ke dalam rangkaian lagu. Album Semoga Hanya di Mimpi ini lahir dari fenomena cherophobia, yakni sebuah kondisi psikologis di mana seseorang merasa waswas atau takut akan datangnya kebahagiaan dan ketenangan karena khawatir akan ada hal buruk yang mengintai di baliknya.
| Baca juga: Trilogi Motivasi JKT48 Pembakar Semangat |
Bernadya mengaku perasaan waswas itu justru muncul di saat kehidupannya berjalan normal dan ia seharusnya menikmati segala pencapaiannya. Dalam proses penggarapan album emosional ini, Bernadya keluar dari zona nyaman dengan menggandeng sejumlah produser dan penulis lagu baru yang belum pernah bekerja sama dengannya.
Nama-nama seperti Enrico Octaviano terlibat menggarap lagu "Sebelum Jadi Panjang" serta "Laut yang Tenang" yang juga memuat kontribusi penulisan lirik dari Baskara Putra. Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan Dennis Ferdinand dan grup band Perunggu dalam lagu "Peluk Aku Sekarang!", serta Vega Antares untuk trek "Menyenangkan Mengenalmu".
Tidak hanya wajah-wajah baru, kolaborator lama seperti Rendy Pandugo dan Petra Sihombing yang telah mendampingi Bernadya sejak era album mini Terlintas juga kembali turun tangan. Rendy tercatat menangani deretan lagu seperti "Lawan Waktu dan Jarak", "Rabun Jauh", "Tolong Bilang Ini Mimpi", dan "Belum Sempat Kenal". Sementara itu, Petra Sihombing bertanggung jawab penuh atas aransemen trek "Wanita Tak Punya Malu" dan "Kita Buat Menyenangkan". Banyaknya jajaran produser ini menuntut proses adaptasi kreatif yang intens dari kedua belah pihak dalam meramu lagu dari nol.
Dari segi estetika bunyi, seluruh kolaborator berhasil mewujudkan warna musik yang kental dengan pengaruh musik Indonesia awal era 2000-an. Album ini menonjolkan kombinasi instrumen organik dengan sedikit sentuhan elektronik yang terinspirasi dari album 18 milik Audy. Meski menyuguhkan nuansa aransemen yang berbeda dari karya-karya terdahulunya, album ini tetap mempertahankan ciri khas kekuatan vokal lembut Bernadya serta penulisan lirik tajam yang mampu menceritakan hal-hal lumrah dari sudut pandang yang unik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....