Sajikan Nuansa Pop-Country, Idgitaf Rilis Album Penuh Kedua 'Berusaha di Bawah Hujan'
- 27 Mei 2026 18:57 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Setelah sukses mencuri perhatian lewat album debutnya beberapa tahun lalu, solois perempuan Brigita Meliala atau yang lebih akrab disapa Idgitaf resmi meluncurkan album penuh keduanya bertajuk Berusaha di Bawah Hujan. Peluncuran ini menjadi kelanjutan estafet kreatif Idgitaf pasca melepas tiga buah single pembuka secara berkala sejak Oktober 2025 silam.
Lewat karya teranyarnya ini, ia siap membawa para pendengar menyelami pendewasaan karakternya, baik dalam bermusik maupun sudut pandang kehidupan. Ada yang segar dari segi musikalitas Idgitaf di album kali ini.
Penyanyi sekaligus penulis lagu berbakat ini dengan berani mengawinkan elemen musik country ke dalam aransemen pop ceria yang selama ini menjadi warna khas dirinya. Eksperimen tersebut dapat langsung dirasakan dalam nomor-nomor seperti “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Mungkin di Depan Buram”. Melalui total 12 trek yang dikemas layaknya sebuah cerita bersambung, Idgitaf membeberkan hasil perenungan mendalam saat menyongsong babak baru kedewasaannya.
Idgitaf mengungkapkan materi dalam album Berusaha di Bawah Hujan terinspirasi langsung dari pengalaman jatuh cinta baru yang ia rasakan. Bagi Gita, cinta tidak semata-mata berbicara mengenai euforia kebahagiaan, melainkan juga tentang komitmen, proses memahami perbedaan, serta keberanian untuk bertahan. Narasi romansa dan realitas tersebut kemudian ia petakan ke dalam empat fase emosional yang dinamis; mulai dari fase menemukan penyembuhan, selebrasi kebahagiaan, menghadapi keraguan dan konflik, hingga fase penerimaan atas segala tantangan atau 'hujan' yang datang menghampiri.
Proses penggarapan cetak biru album ini memakan waktu lebih dari satu tahun, terhitung sejak Februari 2025 hingga April 2026. Dalam mewujudkannya, Idgitaf menggandeng jajaran produser ternama tanah air seperti Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, dan Luthfi Adianto.
Tak hanya itu, ruang kolaborasi juga semakin manis dengan kehadiran musisi Hindia (Baskara Putra) dalam lagu “Masih Ada Cahaya” serta Dere di trek berjudul “Setengah Langit”. Kedua lagu kolaboratif ini masing-masing membawa pesan emosional tentang penerimaan masa lalu pasangan serta refleksi atas standar kebahagiaan bagi kaum perempuan.
Guna memberikan suguhan yang berbeda bagi para penikmat musiknya, label Idgitaf Musik yang bekerja sama dengan KithLabo turut menyiapkan ruang apresiasi khusus. Setelah sempat menggelar rangkaian acara intimate bersama penggemar pada Maret hingga April lalu, Idgitaf menghadirkan sebuah pengalaman musik imersif bertajuk "Berusaha di Bawah Hujan (Immersive Album Experience)" di Teater Salihara, Jakarta Selatan.
Acara hasil kolaborasi bersama Katarsis Live ini memanjakan indra pendengar lewat perpaduan audio, visual, dan instalasi ruang. Rangkaian kegiatan tersebut merangkum segmen listening session, pertunjukan akustik, sesi sound bath, hingga penandatanganan CD album fisik.
Dikenal luas berkat lirik-liriknya yang menyentuh isu kesehatan jiwa dan penerimaan diri, Idgitaf kini menjelma sebagai salah satu pilar penyanyi perempuan dengan dampak besar di Indonesia. Berdasarkan data per April 2026, ia bahkan mencatatkan angka impresif dengan raihan 15,2 juta pendengar bulanan di platform digital Spotify. Melalui album Berusaha di Bawah Hujan yang kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform streaming digital, musisi yang sempat masuk nominasi Festival Film Indonesia 2025 ini berharap karyanya dapat menjadi kawan seperjalanan bagi siapa saja yang sedang berproses melewati naik-turunnya roda kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....