Ariel NOAH Rilis 'Ancika' Sebagai Soundtrack Film 'Dilan ITB 1997'

  • 26 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru: Musisi karismatik tanah air, Ariel NOAH, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk "Ancika". Lagu ini dipercaya menjadi lagu tema utama atau original soundtrack (OST) untuk film teranyar produksi Falcon Pictures, "Dilan ITB 1997"

Melalui perilisan ini, Ariel melanjutkan keterlibatan mendalamnya dalam semesta romansa Dilan, setelah sebelumnya sukses merilis lagu "Dulu Kita Masih Remaja" serta berkolaborasi dengan Raisa dalam lagu "Senang Dengar Suaramu Lagi". Single "Ancika" ini sudah resmi mengudara di YouTube serta seluruh platform musik digital.

Menariknya, lagu "Ancika" ini ditulis langsung oleh penyanyi muda berbakat sekaligus penulis lagu, Ghea Indrawari. Ghea, yang dikenal luas lewat kemampuannya merajut lirik emosional yang dekat dengan keseharian pendengar, membawa kekuatan gaya bercerita (storytelling) yang sangat kuat. Melalui tangan dinginnya, ia menghadirkan sudut pandang romantis yang lembut untuk memperkuat pesan dan dinamika cinta yang ingin disampaikan dalam alur cerita filmnya.

Secara narasi lirik, "Ancika" digambarkan sebagai representasi dari fase cinta yang jauh lebih dalam. Hubungan romantis di dalamnya tidak lagi sekadar tentang luapan perasaan belaka, melainkan sebuah keberanian untuk meminta kepastian komitmen. Lagu ini berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam yang sering kali hadir dalam esensi perjalanan cinta setiap manusia, yaitu "Bolehkah aku memilikimu?".

Pesan emosional tersebut tersampaikan lewat larik lirik "Jalan yang sunyi membawaku pergi, berlabuh di ujung pelangi," yang menggambarkan transformasi batin seseorang yang semula berjalan dalam kesendirian yang kelabu, hingga akhirnya menemukan sosok penenang jiwa. Lagu ini menegaskan bahwa cinta sejati tidak seharusnya disimpan rapat dalam diam, melainkan diungkapkan secara jujur. Melalui lirik "Seribu kisah yang lalu t'lah sirna karena hadirmu," lagu ini menjadi simbol rasa aman yang membuktikan bahwa pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang proses menemukan, melainkan juga tentang arah untuk pulang.

Kehadiran single ini pun sangat krusial dalam memperkuat atmosfer film "Dilan ITB 1997" yang disutradarai bersama oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Mengambil latar kota Bandung pada tahun 1997, film ini menyoroti fase pendewasaan hubungan Dilan dan Ancika yang mulai menginjak ranah lebih serius, penuh pilihan hidup, serta menuntut kejelasan. Menurut Ariel NOAH, setiap perjalanan cinta pada akhirnya akan bermuara pada satu hal utama, yakni keberanian untuk bertanya dan kesiapan untuk menerima apa pun jawabannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....