Hujan Terus Bikin Mood Turun, Kenali Seasonal Affective Disorder
- 20 Apr 2026 14:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Musim hujan sering kali membawa suasana yang tenang dan menenangkan, namun, bagi sebagian orang, cuaca yang terus-menerus mendung justru bisa memengaruhi suasana hati. Rasa malas, sedih, bahkan kehilangan semangat bisa muncul tanpa alasan yang jelas, kondisi ini dikenal sebagai Seasonal Affective Disorder atau disingkat SAD.
Seasonal Affective Disorder merupakan jenis depresi yang terjadi pada waktu tertentu, biasanya saat musim dengan paparan sinar matahari yang lebih sedikit. Meski lebih sering terjadi di negara dengan empat musim, kondisi ini juga bisa dirasakan di wilayah tropis, terutama saat musim hujan berkepanjangan yang membuat hari terasa lebih gelap dan lembap.
Salah satu penyebab utama SAD adalah kurangnya paparan sinar matahari. Hal ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, seperti penurunan serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati, serta peningkatan melatonin yang membuat tubuh lebih mudah mengantuk. Akibatnya, seseorang bisa merasa lelah, kurang berenergi, dan sulit berkonsentrasi.
Dikutip dari halodoc, Gejala SAD bisa bervariasi pada setiap orang. Umumnya meliputi perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai, perubahan pola tidur, hingga peningkatan nafsu makan, terutama makanan manis atau tinggi karbohidrat. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup.
Meski terdengar serius, SAD bisa dikelola dengan beberapa langkah sederhana. Salah satunya adalah tetap mendapatkan paparan cahaya alami, misalnya dengan membuka jendela di pagi hari atau meluangkan waktu di luar rumah saat hujan reda. Cahaya alami sangat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga penting. Rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta tidur yang cukup dapat membantu meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik terbukti dapat merangsang produksi hormon endorfin yang membuat tubuh terasa lebih baik.
Menjaga koneksi sosial juga tidak kalah penting. Berbicara dengan teman atau keluarga, meskipun hanya melalui pesan atau panggilan, bisa membantu mengurangi rasa kesepian. Dukungan dari orang terdekat sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental.
Jika gejala yang dirasakan semakin berat atau berlangsung dalam waktu lama, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan tenaga medis atau psikolog dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat, baik melalui terapi maupun pendekatan lainnya.
Perlu diingat, merasa kurang semangat saat cuaca mendung adalah hal yang wajar. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk lebih peka terhadap diri sendiri. Mengenali tanda-tanda SAD sejak dini adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan mental.
Jadi, meski hujan turun hampir setiap hari, bukan berarti semangat harus ikut meredup. Dengan memahami kondisi seperti Seasonal Affective Disorder, kita bisa lebih siap menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran, sehingga tetap bisa menjalani hari dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....