Lebaran ke-5 Masih Adakah Kue Lebaran

  • 25 Mar 2026 09:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Hari ke-5 Hari Raya Idulfitri, suasana Lebaran masih terasa di banyak rumah warga. Di ruang tamu, toples-toples kue kering masih berjajar rapi di atas meja, menjadi saksi hangatnya silaturahmi yang belum usai.

Fenomena ini masih terlihat di berbagai daerah termasuk di Kota Pekanbaru,meski sebagian besar sudah mulai masuk kerja bagi ASN dan karyawan swasta, mereka masih berkeliling menikmati sisa sajian khas Lebaran bersama keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi.

Kue-kue khas seperti nastar, kue salju, kuping gajah, kacang tojin, kacang telur, hingga kue bawang masih tersedia dan tersaji. Meski jumlahnya tak lagi sebanyak di hari pertama, kehadiran kue-kue tersebut tetap menjadi pelengkap suasana kebersamaan yang identik dengan Idulfitri.

Iyut, seorang karyawan bank swasta nasional mengatakan, bahwa dirinya tidak bisa menolak adanya rekan kerja yang ingin berkunjung ke rumahnya, meski jam kerja sudah berlaku.

"Untungnya masih tersedia kue-kue kering mas, kayak kacang, kembang loyang, keripik bawang, dan sedikit nastar," ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

Dari berbagai jenis kue yang disajikan, nastar menjadi yang paling cepat habis. Kue berisi selai nanas dengan cita rasa manis dan sedikit asam ini memang menjadi favorit banyak orang. Tidak sedikit tuan rumah yang mengaku harus menambah stok sejak hari kedua Lebaran karena nastar lebih dulu ludes dibandingkan jenis kue lainnya.

Sementara itu, kue salju dengan taburan gula halus masih tampak memenuhi toples, meski mulai berkurang. Begitu pula dengan kuping gajah yang renyah serta kacang tojin dan kacang telur yang menjadi camilan ringan saat berbincang santai. Kue bawang pun masih tersisa, menawarkan rasa gurih yang berbeda di antara dominasi kue manis.

Redy seorang karyawan swasta berkomentar bahwa dirinya menantikan saat seperti ini, bersilaturahim ke rumah rekan sejawat untuk saling bermaafan.

"Kue-kuenya sih gak penting ya, bagi saya yang penting bisa merasakan suasana lebaran di kota tempat bekerja, karena suasanya jauh berbeda seperti di kampung kemarin," katanya.

Fenomena masih tersisanya kue Lebaran ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang menyiapkan sajian dalam jumlah cukup banyak. Selain untuk menjamu tamu, kue-kue tersebut juga menjadi stok camilan keluarga selama beberapa hari setelah Idulfitri.

Di sisi lain, momen ini juga mencerminkan masih berlangsungnya tradisi saling berkunjung. Meski puncak silaturahmi terjadi di hari pertama dan kedua Lebaran, kunjungan ke rumah kerabat dan tetangga tetap berlanjut hingga beberapa hari berikutnya, sehingga sajian kue masih terus dinikmati.

Dengan suasana yang masih hangat dan penuh kebersamaan, keberadaan kue-kue Lebaran lima hari setelah Idulfitri menjadi simbol bahwa semangat berbagi dan silaturahmi belum pudar. Toples yang perlahan mulai kosong justru menjadi penanda indahnya kebersamaan yang terjalin di hari kemenangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....