Asal Usul Musik Hadroh yang Menggetarkan

  • 30 Jun 2025 17:36 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Musik Hadroh adalah salah satu bentuk kesenian Islam yang hingga kini masih terus tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Musik ini erat kaitannya dengan budaya pesantren, dakwah, dan tradisi peringatan hari besar Islam.

Hadroh dikenal melalui bunyi-bunyian dari alat musik rebana yang dimainkan secara berirama, mengiringi lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dikutip dari buku Seni Musik Islam dalam Perspektif Tasawuf.

Asal usul Hadroh berakar dari Timur Tengah, khususnya berkembang dalam tradisi tasawuf tarekat, seperti Qadiriyyah dan Syadziliyyah. Dalam sejarahnya, Hadroh telah digunakan sebagai media spiritual yang bertujuan meningkatkan kedekatan hati kepada Allah.

Dalam buku Seni Musik Islam karya A. Syakur (2015), dijelaskan bahwa Hadroh berasal dari istilah Arab “ḥaḍrah” yang berarti “kehadiran”, yakni kehadiran spiritual dalam dzikir dan shalawat.

Seiring waktu, Hadroh menyebar ke Nusantara bersamaan dengan masuknya Islam pada abad ke-13. Para ulama dan sufi yang berdakwah menggunakan seni ini sebagai pendekatan budaya yang lembut dan diterima masyarakat. Hadroh pun mengalami akulturasi dengan budaya lokal, salah satunya terlihat dari jenis rebana yang digunakan, seperti rebana Hadroh, rebana Bas, dan rebana Tam.

Di Indonesia, Hadroh berkembang dalam berbagai bentuk seperti grup Al-Banjari, Simtudduror, hingga Habsyi. Fungsi Hadroh tidak sekadar hiburan rohani, melainkan juga sarana pendidikan karakter, persaudaraan, dan pengingat akan pentingnya cinta kepada Rasulullah SAW. Dalam banyak pesantren, seni Hadroh dijadikan kurikulum ekstra yang mendidik santri dengan nilai-nilai spiritual dan estetika sekaligus.

Kini, Hadroh tak hanya dimainkan dalam majelis dzikir, tapi juga tampil di panggung budaya, televisi, dan media sosial. Ini membuktikan bahwa warisan musik tradisi Islam ini terus hidup dan relevan di zaman modern, tanpa kehilangan ruh spiritualnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....