Menjadi 'Tulang Punggung', ASDP Hadir Membuka Isolasi Wilayah perbatasan NKRI

  • 30 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID,Meranti - Aroma kopi dan kepulan tipis asap rokok, menemani pagi. Sederet target, menjadi rutinitas, yang kini ditekuni Fahrizal, warga Jalan Antara, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau.

Pria berkacamata yang akrab di sapa Tomok itu, sedari pagi sudah menyiapkan tunggangannya, Bebek Honda legendaris lansiran tahun 2002, yang menjadi teman setia, melibas jalanan Kota Selatpanjang.

Setelah menyantap sarapan seadanya, Tomok bersiap, menjalankan tugas, berkunjung dari satu warung ke warung lainnya, mempromosikan sejumlah produk dagangannya. Rutinitas tersebut telah ia jalani, sejak tahun 2007 silam. Memulai karirnya sebagai sales rokok, Tomok awalnya hanya mencoba, namun akhirnya semakin mencintai pekerjaannya saat ini.

"Dulu aku hanya coba-coba, karena belum ada pekerjaan yang pas," ujarnya membuka kata.

Kecintaan tersebut muncul tanpa ia sadari, bekerja dengan target, tentu suatu hal yang berat, namun terasa nikmat, saat pencapain tersebut membuahkan hasil.

Bonus yang menjanjikan membuat dirinya kian mendalami dunia sales, dan terus mengupgrade skill agar peforma bisa meningkat, untuk mencapai target yang diberikan perusahaan.

Setelah sempat berpindah-pindah pada tahun 2022, ia bergabung di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, yang bergerak dia sektor barang-barang konsumsi.

Ia mempromosikan berbagai produk, mulai dari sabun, shampo, hand body hingga bumbu dapur dan beragam produk lainnya. Semakin banyak pesanan, maka semakin mudah dirinya mencapai target.

Hidup memang tidak selalu sesuai rencana, pria yang dulunya akrab dengan dunia music dan kerap tampil mengikuti sejumlah Festival Band di era tahun 2000-an itu, kini fokus meniti karir sebagai sales produk.

"Setiap hari saya bisa berkeliling ke 38 warung, dan saat ini sudah ada sekitar 300 warung yang sudah berlangganan," ujar Tomok. Sabtu, 26 September 2026.

Meski awalnya tidak terbiasa bekerja dengan target, namun bonus yang ditawarkan cukup menggiurkan, sehingga ia mulai serius menggeluti dunia tersebut.

Meski kelihatan mengiurkan, namun jatuh bangun pernah ia rasakan. Berdomisili di wilayah terluar NKRI, yakni di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dengan kondisi geografis berpulau, ternyata menjadi tantangan tersendiri, dalam menjalankan peran sebagai seorang sales.

Sejak dulu, mapal laut menjadi transportasi utama, dalam mendistribusikan barang, dari wilayah Sumatera ke Kepulauan Meranti, begitu juga sebaliknya. Suatu rantai distribusi yang panjang, sebelum berbagai produk, hingga sembako, tiba ke rumah-rumah warga.

Namun akhirnya, pada bulan Desember 2020, Pelabuhan penyeberangan RORO (Roll-On Roll-Off) Insit, menuju Pelabuhan RORO Pecah Buyung, Rangsang Barat, mulai beroperasi. Pelayaran perdana itu diresmikan langsung Bupati Kepulauan Meranti kala itu, Irwan Nasir, meski baru sebatas melayani pelayaran lokal.

Upaya membuka isolasi daerah terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Setelah terus berjuang membuka isolasi, kehadiran ASDP akhirnya memutus rantai isolasi Meranti. Februari 2022, pelayaran perdana dengan rute, Pelabuhan RORO Insit, menuju Dumai mulai beroperasi. KMP. Tirus Meranti, memulai pelayaran perdananya di Kepulauan Meranti.

Kapal Fery berukuran 300 GT, dengan panjang 39.38 meter lebar 11 meter dan tinggi 3.30 meter itu mampu menampung 180 penumpang, 21 unit sedangkan, 12 truk sedang dan 7 unit truk besar. Di waktu yang sama, KMP. Berkembang yang sudah lebih dulu berlayar di Meranti, beroperasi dengan rute, penyeberangan RORO Insit menuju Sungai Selari, Sungai Pakning, Bengkalis, Riau.

Kedua rute pelayaran tersebut tidak bertahan lama, pada bulan April 2025, menjadi titik awal dibukanya rute baru, pelayaran RORO Insit, Meranti menuju Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, dengan waktu tempuh yang lebih singkat dari dua rute sebelumnya. KMP. Tirus Meranti lagi-lagi menjadi armada yang di percaya, memperkuat konektivitas daerah, menghubungkan Sumatera dengan Kota Sagu, Kepulauan Meranti. Sementara KMP. Berembang berpindah wilayah operasional ke Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Tidak hanya mempermudah mobilitas orang dan kendaraan, distribusi barang pun kian dipermudah. Tomok menjadi salah satu orang, dari sekian banyak warga Meranti, yang merasakan dampak kehadiran pelayanan penyeberang RORO tersebut.

"Perbedaan yang kentara adalah, selain waktu lebih efisien, barang yang tiba melalui Kapal Roro, lebih aman dan tidak rusak," terangnya.

Tomok menambahkan, sejak beroperasinya kapal Roro distribusi barang menjadi lancar. Hal tersebut sangat mendukung pekerja sales seperti dirinya. Keberadaan kapal RORO semakin mempermudah distribusi barang, sehingga tidak ada produk yang rusak maupun indent.

"Kalau menggunakan kapal terkadang kemasan produk ada yang rusak, tapi lewat penyeberangan, barang aman dari kerusakan. Selain itu, lancarnya pasokan barang, membuat penjualan semakin lancar," pungkas Tomok.

Selaras dengan slogannya, "We Bridge The Nation" (Menghubungkan Nusantara) kehadiran ASDP mampu membuka isolasi Kepulauan Meranti, mendongkrak semua sektor, salah satunya sektor perekonomian di Kota Sagu. Pelabuhan Roro Insit kini menjadi pintu masuk, beragam produk dari luar daerah.

Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti mencatat, sebagai besar produk-produk mini market masuk melalui jalur tersebut. Sebanyak 16 truk setiap bulannya, masuk ke kota Selatpanjang lewat Pelabuhan RORO Insit. Belum lagi pasokan sembako, tercatat setiap bulannya, ada sekitar 8 truk sayur menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Buton, termasuk distribusi Minyak Kita dari pihak Bulog, masuk sekitar 4 truk setiap bulannya.

"Selain sembako, sayur, ada juga truk ikan, yang menggunakan penyeberangan RORO. Ada sekitar 5 truk ikan yang masuk setiap bulannya dengan asumsi 50 hingga 60 ton ikan, masuk ke kota Selatpanjang," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Hasrizal.

Yang paling berdampak adalah pasokan telur untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan puluhan dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Meranti.

Keberadaan RORO sangat membantu kelancaran program Presiden Prabowo Subianto tersebut. Rata-rata Pengusaha telur bisa memasok 3 truk setiap minggunya, guna mensuplay kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Meranti.

"Masyarakat kita sangat merasakan manfaanya, dengan ada nya akses RORO Mengkapan-Insit, suplay kebutuhan masyarakat terpenuhi. Disisi lain harga barang bisa lebih murah, karena ongkos membawa barang, lewat kapal penyeberan tersebut lebih murah, di bandingkan mengunakan kapal kargo," pungkas pria yang akrab disapa Aldo tersebut.

Wujudkan Konektivitas ke Wilayah Kepri

Misi merangkai pulau terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini koneksi ke wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menjadi target yang harus segera diwujudkan.

Tidak mau buang waktu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, di dampingi Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri, beberapa waktu lalu menyambangi Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau dan PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Senin 6 Juli 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan konektifitas transportasi sekaligus mewujudkan rute baru, penyeberangan Roro Insit menuju Tanjung Balai Karimun dan Telaga Punggur Batam.

Konektivitas tersebut sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Meranti. Menurut Muzamil transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan fondasi utama pembangunan. Konektivitas yang baik akan menentukan kelancaran arus barang, manusia, jasa, dan investasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPTD Kepri dan ASDP Batam, tidak hanya komunikasi, persiapan administrasi juga sudah kita siapkan.

Mudah mudahan hal ini bisa terwujud, dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan bangkit," ujar Muzamil.

Ketika akses transportasi terbuka, perdagangan tumbuh, biaya logistik menurun, investasi mulai masuk, pariwisata berkembang, dan masyarakat memperoleh lebih banyak peluang ekonomi.

"Ini menjadi perhatian kami, melihat kondisi geografis Meranti yang berpulau, serta terisolir, dibutuhkan terbukanya akses ke berbagai daerah, untuk membuka isolasi dan mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat kita," tambahnya.

Rute tersebut diharapkan menjadi jalur strategis, yang menghubungkan Kepulauan Meranti, dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Menurutnya potensi besar Meranti di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, serta perdagangan, belum dapat memberikan nilai tambah secara maksimal apabila akses transportasi masih terbatas. Konektivitas yang kuat akan memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, sekaligus membuka peluang investasi baru.

“Kami ingin membangun konektivitas yang mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Transportasi bukan sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi penggerak ekonomi, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan,” terangnya lagi

Sementara itu, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Reno Yulianto, mengaku, ASDP siap mendukung realisasi rute baru, Roro Insit menuju Tanjung Balai Karimun dan Telaga Punggur Batam.

"Kami siap mendukung penyediaan armada. Namun realisasinya sangat bergantung pada seberapa cepat Kementerian Perhubungan mengeluarkan izin lintasan perintis tersebut," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti siap menindaklanjuti usulan tersebut dengan melakukan berbagai langkah yang diperlukan. Mulai dari penyusunan kajian teknis, pemetaan kebutuhan layanan, hingga melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku sebagai dasar pengajuan kepada pemerintah pusat.

Diharapkan usulan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Kepulauan Riau, BPTD Kelas II Riau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Provinsi Riau, bersama PT ASDP Indonesia Ferry, sehingga pembukaan rute perintis dapat segera diwujudkan, sebagai bagian dari penguatan konektivitas antar pulau, agar banyak masyarakat Meranti, seperti Tomok, bisa merasakan manfaatnya dari terbukanya isolasi daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....