Menempa Prestasi dari Sekolah Rakyat
- 22 Agt 2026 20:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru terus mendorong siswanya mengembangkan potensi dan minat bakat hingga berhasil menorehkan sejumlah prestasi di berbagai bidang.
Salah satu siswa yang mencatatkan prestasi adalah Sri Wahyuni atau yang akrab disapa Ayu. Ia berhasil meraih sejumlah penghargaan, mulai dari juara kelas, cerdas cermat, hingga perlombaan dalam rangka Maulid Nabi. Terbaru, Ayu berhasil melaju ke tingkat nasional melalui lomba cerita pendek pada Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
“Alhamdulillah, bisa terbilang banyak. Juara kelas, waktu Maulid Nabi juara juga, waktu cerdas cermat juara juga. Ini juga lomba cerpen di FLS3N di tingkat nasional,” ujar Ayu.
Prestasi Ayu juga mendapat apresiasi dari teman-temannya. Medelfa Ananda menilai Ayu memiliki kemampuan yang menonjol, terutama dalam bahasa Inggris, menulis cerpen, dan public speaking. Menurutnya, Ayu juga tidak segan membagikan ilmu dan pengalaman yang diperolehnya kepada teman-teman di sekolah.
“Dia bisa bahasa Inggris, menulis cerpen, dan sudah beberapa kali ikut lomba. Kali ini dia berhasil sampai tingkat nasional. Dalam public speaking juga bagus,” kata Medelfa.
Medelfa menambahkan, sikap Ayu yang mau berbagi menjadi hal positif bagi siswa lainnya. Menurutnya, prestasi yang diraih Ayu tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memberikan motivasi kepada teman-temannya untuk terus berkembang.
Sementara itu, Kepala SRMA 31 Pekanbaru, Tengku Muhammad Hanafi Mustafa, mengatakan pihak sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat. Para siswa didorong mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional.
“Kita dorong anak-anak ini dengan minat bakatnya dalam event-event, baik skala kota, skala provinsi, maupun skala nasional atau internasional. Kami menginginkan anak-anak ini punya banyak prestasi dengan kegiatan yang kami desain supaya nyaman,” ujar Hanafi.
Menurutnya, lingkungan sekolah juga dirancang agar siswa dapat lebih fokus mengembangkan diri. Salah satunya melalui aturan yang tidak memperbolehkan penggunaan telepon seluler selama berada di sekolah.
“Sekolah ini tidak boleh pakai handphone, sehingga anak-anak punya keinginan untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya,” katanya.
Hanafi berharap prestasi yang mulai ditorehkan siswa SRMA 31 Pekanbaru dapat terus berkembang. Ia menilai keberhasilan siswa bukan hanya diukur dari banyaknya penghargaan, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, kemampuan belajar, serta kemauan berbagi dengan sesama.
Kisah Ayu menjadi salah satu contoh bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat berkembang ketika mendapatkan ruang, dukungan dan kesempatan. Dari SRMA 31 Pekanbaru, para siswa terus didorong untuk menjemput mimpi melalui karya dan prestasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....