Hadapi Persaingan Era Digital, UMKM Wajib Punya Keunikan dan Gabung Komunitas
- 29 Agt 2026 00:05 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Persaingan usaha di era digital semakin ketat seiring bertambahnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu memiliki keunikan produk sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kaprodi S2 Manajemen Universitas Pahlawan, Dr. Librina Tria Putri mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi UMKM saat ini adalah banyaknya produk dengan jenis yang serupa. Karena itu, pelaku usaha perlu memiliki pembeda agar produknya mudah dikenali konsumen. Hal ini disampaikannya dalam program ROTASI (Obrolan Seputar Literasi) Pro 2 Pekanbaru.
Menurut Librina, pelaku UMKM perlu memiliki prinsip bahwa produknya harus memiliki keunikan dibandingkan kompetitor. Ia menyebut konsep tersebut sebagai “I am different”, yaitu keyakinan bahwa produk yang ditawarkan memiliki sesuatu yang berbeda.
“Jangan orang membuat ayam geprek, kita ayam geprek, tetapi kekhususannya tidak ada,” ujar Librina.
Selain memiliki keunikan, pelaku UMKM juga dianjurkan bergabung dengan komunitas usaha. Menurutnya, komunitas dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, informasi pasar dan peluang kerja sama.
Librina yang melakukan penelitian mengenai UMKM menjelaskan, komunitas juga dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi mengenai berbagai program pelatihan, termasuk pengembangan pengetahuan dan digitalisasi yang diberikan pemerintah.
Ia menilai keberadaan komunitas dapat membantu pelaku UMKM membangun bisnis yang berkelanjutan atau sustainable business.
Namun, pembinaan terhadap UMKM juga perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang usaha. Menurut Librina, persoalan yang dihadapi usaha jasa tentu berbeda dengan bisnis kuliner.
Pada usaha kuliner, misalnya, pelaku usaha perlu memperhatikan ketahanan produk, kemasan, informasi produk, aspek kesehatan hingga kelengkapan sertifikasi yang dibutuhkan.
Di sisi lain, perkembangan e-commerce juga membuat toko konvensional harus beradaptasi. Librina menilai bisnis konvensional masih dapat bertahan selama memiliki keyakinan terhadap produk dan mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Ia mencontohkan pemasaran dari mulut ke mulut yang masih dapat memberikan pengaruh. Bahkan, pengalaman konsumen saat menggunakan atau mencoba suatu produk menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran.
Menurutnya, perkembangan bisnis digital masih akan menjadi bagian penting dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, pelaku usaha konvensional tidak seharusnya hanya menganggap perdagangan online sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk memperluas pasar.
Maya Intan Pratiwi menambahkan aspek hukum juga harus menjadi bagian dari pengelolaan bisnis. Perizinan dan pemahaman terhadap regulasi perlu dipersiapkan agar kegiatan usaha dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa izin usaha bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bentuk komitmen pelaku usaha terhadap keberlanjutan bisnis.
Dengan pengelolaan yang baik, keunikan produk, kemampuan beradaptasi serta pemahaman terhadap regulasi, UMKM diharapkan mampu menghadapi persaingan dan memanfaatkan perubahan digital sebagai peluang untuk berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....