UMKM Riau Tembus Pasar Internasional Berkat Inovasi Sambal

  • 24 Jul 2026 13:27 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Berawal dari pesanan sambal untuk dibawa jamaah umrah, usaha rumahan milik Dartini kini berkembang menjadi PT Sedap Molex Nusantara, UMKM asal Pekanbaru yang berhasil menembus pasar internasional. Berbekal ketekunan belajar, inovasi produk, dan menjaga kualitas, usaha tersebut kini memproduksi 13 varian sambal khas Nusantara serta telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Busan, Korea Selatan.

Owner PT Sedap Molex Nusantara, Dartini, menceritakan usaha tersebut berawal dari permintaan kerabat yang ingin membawa sambal sebagai bekal selama menjalankan ibadah umrah. Sambal buatannya mendapat respons positif sehingga semakin banyak pesanan yang datang. Melihat peluang tersebut, ia pun terdorong untuk mengembangkan usaha secara lebih serius.

"Awalnya hanya membuat sambal untuk pesanan teman yang akan berangkat umrah. Ternyata banyak yang suka dan meminta dibuatkan lagi. Dari situlah saya berpikir, kenapa tidak dijadikan usaha yang lebih besar," ujar Dartini saat menjadi narasumber Program Teras UMKM RRI Pro 4 Pekanbaru, Jumat 24 Juli 2026 siang.

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal produksi, Dartini mengaku masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari kemasan yang sering bocor hingga proses produksi yang belum memenuhi standar. Namun, ia terus belajar memperbaiki kualitas produk, mengikuti pelatihan, hingga akhirnya berhasil memperoleh sertifikat halal dan berbagai legalitas yang mendukung pengembangan usahanya.

"Kami belajar dari setiap kegagalan. Dulu kemasan sering merembes, tetapi kami terus memperbaiki kualitas. Alhamdulillah sekarang produk sudah memiliki sertifikat halal dan semakin dipercaya konsumen," katanya.

Saat ini PT Sedap Molex Nusantara memproduksi 13 varian sambal, di antaranya Sambal Baby Cumi, Sambal Sotong, Sambal Teri Hijau, Sambal Teri Andaliman, Sambal Kering, Sambal Tempoyak, serta berbagai varian sambal khas Nusantara lainnya. Seluruh produk dibuat menggunakan bahan baku segar yang diproduksi sesuai pesanan tanpa menyimpan stok dalam waktu lama, sehingga cita rasa dan kualitasnya tetap terjaga.

Usaha tersebut juga telah memberdayakan empat orang karyawan dan memperoleh pembinaan dari berbagai lembaga, di antaranya Rumah BUMN, BRI, Bank Indonesia, Telkom Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta Kementerian Perdagangan RI. Melalui berbagai program pembinaan tersebut, PT Sedap Molex Nusantara mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, hingga mengikuti berbagai pameran nasional dan internasional.

Berkat konsistensi menjaga mutu dan inovasi produk, sambal produksi PT Sedap Molex Nusantara kini tidak hanya dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah diekspor ke Malaysia dan Busan, Korea Selatan. Ke depan, Dartini berharap semakin banyak produk UMKM Indonesia yang mampu bersaing di pasar global dengan tetap mengutamakan kualitas, keamanan pangan, dan cita rasa khas Nusantara.

"Kami ingin membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Kuncinya adalah menjaga kualitas, terus berinovasi, dan jangan pernah berhenti belajar," tutur Dartini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....