Bolu Kemojo Dapoer Ummi, Oleh-oleh Riau yang Lahir dari Peluang
- 09 Jul 2026 12:29 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Oleh-oleh khas daerah tidak hanya menjadi buah tangan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas. Hal itu mengemuka dalam program Obrolan Teras UMKM Programa 4 RRI Pekanbaru, Kamis 9 Juli 2026 pukul 11.00 WIB, yang menghadirkan Owner Dapoer Ummi, Nurhayati.
Dalam perbincangan tersebut, Nurhayati mengatakan bahwa bolu kemojo masih menjadi salah satu kuliner khas Riau yang memiliki daya tarik tinggi. Melalui inovasi dan konsistensi kualitas, produk lokal ini mampu menjadi oleh-oleh yang semakin diminati, baik oleh masyarakat Riau maupun wisatawan dari luar daerah.
Menurutnya, Dapoer Ummi menghadirkan bolu kemojo dengan ciri khas berbeda. Bagian luarnya dibuat sedikit renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Ukurannya dibuat lebih kecil sehingga praktis dinikmati, dengan cita rasa yang tidak terlalu manis sehingga cocok untuk berbagai kalangan.
"Kami selalu menjaga konsistensi rasa. Mulai dari gramasi bahan, proses pembuatan, hingga waktu pemanggangan semuanya harus sesuai standar agar kualitas produk tetap sama setiap hari," ujar Nurhayati.
Ia menjelaskan seluruh produk Dapoer Ummi diproduksi sendiri di tempat usahanya yang berada di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. Untuk menjaga kualitas tanpa menggunakan bahan pengawet, bolu kemojo memiliki masa simpan sekitar tiga hari sehingga tetap memberikan cita rasa terbaik kepada pelanggan.
Selain melayani pembelian langsung, Dapoer Ummi juga menerima layanan pengantaran untuk wilayah Pekanbaru sehingga memudahkan masyarakat memperoleh oleh-oleh khas Riau tanpa harus datang ke lokasi produksi.
Menariknya, Nurhayati mengaku bukan berasal dari Riau, melainkan asli Jakarta. Namun kecintaannya terhadap kuliner membuatnya melihat peluang besar dari makanan tradisional Melayu yang memiliki cita rasa khas dan potensi pasar yang luas.
Berawal dari hobi menyukai berbagai jenis kue, ia kemudian memberanikan diri membuka usaha dengan membaca peluang pasar. Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Berbagai kritik hingga tantangan menjadi bagian dari proses yang terus membentuk kualitas produk maupun pelayanan.
"Usaha itu penuh proses. Kami pernah jatuh bangun dan menerima banyak kritik. Tetapi justru dari situlah kami belajar untuk terus memperbaiki diri," ungkapnya.
Kini, Dapoer Ummi telah berkembang dan mampu menyerap sekitar 20 tenaga kerja. Nurhayati mengatakan pembinaan kepada seluruh karyawan terus dilakukan agar kualitas produk, pelayanan, dan semangat kerja tetap terjaga.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani memulai usaha dari potensi daerah masing-masing. Menurutnya, menjaga kualitas, terus belajar, dan tidak mudah menyerah menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....