Phantom Expenses atau Biaya Kecil Penyebab Tabungan Menipis
- 28 Jul 2026 23:04 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Beberapa orang pasti pernah mengecek saldo rekening di pertengahan bulan dan terkejut melihat angkanya menyusut drastis, padahal merasa tidak pernah membeli barang mahal atau melakukan transaksi besar. Hal ini bisa disebabkan oleh phantom expenses atau pengeluaran hantu.
Phantom expenses menurut Micro Bank adalah pengeluaran yang terjadi secara terus-menerus tanpa mengetahui secara pasti maksud dan tujuan pembayarannya. Hal ini menjadi berbahaya terhadap keuangan karena biasanya terjadi secara otomatis dan tidak disadari.
Penyebutan phantom expenses dikarenakan mereka menyusup ke dalam rutinitas harian tanpa memicu alarm kewaspadaan. Beberapa bentuk phantom expenses yang paling sering ditemui:
- Langganan Digital yang Terlupakan seperti aplikasi streaming, penyimpanan awan (cloud), aplikasi edit foto, hingga keanggotaan gym yang jarang dipakai tetapi tagihan bulanan atau tahunannya tetap berjalan secara auto-debit.
- Kebocoran Mikro Transaksi Harian seperti biaya admin antarbank, biaya layanan top-up e-wallet, ongkos kirim pesanan online, hingga tip kecil yang ditambahkan secara otomatis. Angkanya mungkin hanya Rp2.500 hingga Rp10.000 per transaksi, tetapi jika terjadi puluhan kali dalam sebulan, jumlahnya menjadi signifikan.
- Pengeluaran Komuter & Kenyamanan Kecil seperti biaya parkir harian, uang tol yang tidak dihitung, air minum kemasan yang dibeli saat di jalan, atau biaya transportasi tambahan karena enggan berjalan kaki sedikit lebih jauh.
- Diskon & Promo "Tanggung" seperti membeli barang tambahan hanya demi memenuhi batas minimum spend untuk mendapatkan gratis ongkir atau potongan harga, yang ujung-ujungnya membuat total pengeluaran lebih besar dari rencana awal.
Menurut Micro Bank, phantom expenses terjadi tanpa disadari karena kombinasi beberapa faktor umum dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
- Otomatisasi atau banyak pembayaran dibebankan langsung ke rekening, sehingga hal ini tidak dianggap sebagai keputusan aktif.
- Jarang berhenti dan memeriksa laporan rekening bank serta mendeteksi pembayaran kecil yang berulang.
Menghentikan pengeluaran hantu bukan berarti harus hidup serba hemat hingga merusak kenyamanan, melainkan membawa pengeluaran tetap di bawah kendali dan kesadaran. Menurut Cloud Works, hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan fenomena ini antara lain:
- Melakukan analisis keuangan dengan meninjau catatan keuangan untuk mengidentifikasi pola, pembayaran berulang, dan biaya yang tidak perlu.
- Otomatiskan pembayaran penting dan hilangkan pengeluaran keuangan yang tidak perlu. Biaya penting bisa seperti tagihan listrik, tagihan air, tagihan wifi, dll.
- Menetapkan anggaran untuk mengendalikan pengeluaran. Mulailah dengan menetapkan batasan pengeluaran yang jelas untuk kebiasaan yang tidak penting seperti pembelian impulsif.
- Menerapkan kebiasaan belanja yang bijak dapat menghemat pengeluaran yang tidak perlu.
Pengeluaran besar yang terencana jarang merusak keuangan karena ada persiapan sebelumnya. Justru pengeluaran-pengeluaran kecil yang tak terasa inilah yang paling sering menjadi penyebab utama keuangan terus menipis. Oleh karena itu, mulailah untuk mengidentifikasi setiap pengeluaran yang dilakukan untuk meminimalisir pengeluaran hantu ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....