Diderot Effect atau Efek Domino Pembelian Barang

  • 28 Jul 2026 17:59 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO,ID, Pekanbaru - Pernahkah saat membeli sebuah barang baru misalnya sepatu atau meja kerja lalu mendadak merasa barang-barang lama di sekitarnya terlihat kusam, tidak cocok, dan harus segera diganti? Tanpa disadari, dari yang tadinya hanya berniat membeli satu barang, justru berakhir belanja serangkaian barang lain untuk menyelaraskannya.

Fenomena psikologi konsumen ini dikenal dengan sebutan Diderot Effect. Menurut laman James Clear, istilah ini diambil dari nama seorang filsuf asal Prancis abad ke-18, Denis Diderot.

Dia merupakan salah satu pendiri dan penulis Encyclopédie. Cerita bermula saat Diderot mendapat hadiah jubah tidur (dressing gown) berwarna merah yang sangat indah dan mahal.

Diderot sangat menyukai jubah tersebut. Namun, masalah timbul ketika ia memakai jubah mewahnya di dalam ruang kerjanya yang sederhana. Jubah baru itu membuat meja kayu lamanya terlihat rapuh, kursi kerjanya tampak lusuh, dan hiasan dindingnya terlihat murahan.

Demi menjaga keselarasan estetika, Diderot mengganti karpet lamanya dengan yang baru dari Damaskus. Ia menghiasi rumahnya dengan patung-patung indah dan meja dapur yang lebih bagus. Ia membeli cermin baru untuk diletakkan di atas perapian dan kursi jeraminya dipindahkan ke ruang depan dan digantikan dengan kursi kulit.

Efek Diderot menyatakan bahwa memperoleh barang baru seringkali menciptakan spiral konsumsi yang mendorong untuk memperoleh lebih banyak barang baru. Efek Diderot adalah jebakan konsumtif yang sangat halus karena setiap pembelian susulan terasa masuk akal dan diperlukan.

Untuk mencegah efek domino ini merusak keuangan, beberapa strategi dari laman James Clear ini bisa diterapkan:

  • Beli barang yang cocok dengan lingkungan saat ini. Saat ingin membeli sesuatu, pertimbangkan apakah barang tersebut langsung cocok dengan barang-barang yang sudah dimiliki sekarang.
  • Batasi paparan ide-ide dekonsolidasi estetika. Kurangi kebiasaan melihat konten room tour, unboxing, atau inspirasi gaya hidup yang secara tidak langsung menanamkan standar estetika baru yang belum kamu perlukan.
  • Beli satu, beri satu. Setiap kali Anda membeli sesuatu yang baru, berikan sesuatu kepada orang lain. Berguna untuk mencegah jumlah barang Anda bertambah.
  • Lepaskan keinginan akan barang-barang. Tidak akan pernah ada titik di mana seseorang berhenti menginginkan sesuatu. Tetapi, bahwa keinginan hanyalah pilihan, bukan perintah yang harus diikuti.
  • Cobalah untuk tidak membeli barang baru selama satu bulan. Cobalah membatasi diri dari membeli barang baru apapun selama satu bulan. Semakin banyak membatasi diri, semakin kreatif kita jadinya

Efek Diderot memiliki efek yang cukup buruk terhadap keuangan. Memiliki barang baru tentu sangat menyenangkan, namun kuncinya adalah menjaga agar barang yang dibeli berfungsi untuk memudahkan hidup, bukan malah mengendalikan dirimu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....