Sinergi Digital Dorong Percepatan Ekonomi Berkelanjutan Indonesia

  • 31 Okt 2025 18:52 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru: Transformasi digital menjadi motor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa kolaborasi lintas otoritas dan pelaku industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif serta berkelanjutan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pihaknya terus mendorong orkestrasi nasional agar transformasi digital dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.

“Dalam Asta Cita, transformasi digital merupakan payung pembangunan ekonomi nasional. Akselerasi ekonomi keuangan digital dituangkan dalam tiga elemen penting, yaitu kejelasan fisik, kecepatan aksi, dan kekuatan sinergi,” ujarnya dalam pembukaan Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) dan IFSE 2025 yang disiarkan melalui kanal YouTube BI, Jumat (31/10/2025).

Perry menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat sistem ekonomi dan keuangan digital sejalan dengan visi Asta Cita menjadi panduan strategis BI dalam memperkuat sinergi nasional.

“Dengan sinergitas yang kuat, seluruh pihak baik pemerintah, regulator, BI, OJK, asosiasi, hingga pelaku industri dapat bergerak bersama mendorong percepatan transformasi digital secara nasional maupun daerah,” katanya.

Lebih lanjut, BI berkomitmen menyelaraskan kebijakan dengan berbagai pihak, termasuk memperluas digitalisasi sistem pembayaran untuk meningkatkan produktivitas ekonomi daerah, daya saing nasional, dan pertumbuhan yang inklusif.

Menurutnya, strategi akselerasi digitalisasi sistem pembayaran mencakup perluasan akseptasi, inovasi layanan, penguatan struktur industri, dan stabilitas infrastruktur.

“Kita terus melakukan berbagai inisiatif agar sistem pembayaran menjadi cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” ujarnya.

Perry menilai, pengungkit utama ekonomi keuangan digital adalah digitalisasi sistem pembayaran di sektor transportasi publik, penguatan keamanan berbasis AI/ML, dan peningkatan perlindungan konsumen.

“Ke depan, kita ingin membangun interlink antara infrastruktur di sektor perbankan, pasar uang, sistem pembayaran, serta keamanan siber untuk menopang masa depan ekonomi keuangan digital Indonesia,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....