Kemenkeu Satu Riau Sampaikan Kinerja APBN Riau
- 20 Okt 2025 18:11 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) satu Riau, menyampaikan kinerja APBN di Riau sampai dengan September 2025, Senin (20/10/2025) di aula Kanwil DJKN RSK, Pekanbaru. Press Release disampaikan Kepala Kanwil DJKN RSK, Wahyu Prihantoro, Kepala Kanwil DJPb Riau, Heni Kartikawati, Kepala Kanwil DJP, Ardiyanto Basuki, Mewakili Kepala Kanwil DJBC Riau, M Emil Fuad dan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pekanbaru Bapak Fariz Wazdi.
Pada kesempatan itu, Heni Kartikawati mengatakan pendapatan negara mencapai Rp17.800,54 miliar atau tumbuh 30,55 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024 (y-o-y) terutama disebabkan pertumbuhan pada penerimaan Bea Cukai yang tumbuh 498,44 persen (y-o-y). Pendapatan pajak secara bruto tumbuh 2,95 persen, secara neto terkontraksi 10,82 persen (y-o-y) karena besarnya restitusi.
"Penurunan terjadi pada PPh sebesar 18,94 persen dan PPN sebesar 13,10 persen. Penerimaan Bea Cukai melanjutkan pertumbuhan dengan capaian target tahunan telah mencapai 498,44 persen atau Rp6.509,86 miliar disebabkan kenaikan Bea Keluar sebesar 570,31 persen karena kenaikan kolom tarif menjadi 7 dan tonase ekspor meningkat dibanding tahun sebelumnya. PNBP terealisasi Rp1.048,58 miliar atau terkontraksi 1,33 persen dibandingkan dengan tahun 2024, yang disebabkan turunnya PNBP lainya sebesar 2,77 persen," jelasnya.
Kemudian, dari sisi belanja negara mencapai Rp23.085,31 miliar atau terkontraksi 3,28 persen dibanding 2024. Belanja Pemerintah Pusat mencatatkan kontraksi 20,09 persen seiring dengan menurunnya pagu anggaran dibandingkan dengan tahun lalu dan adanya efisiensi anggaran di awal tahun. Hanya Pos Belanja Pegawai yang tercatat mengalami pertumbuhan 8,49 persen.
"Belanja Transfer Ke Daerah mencatatkan pertumbuhan 2,93 persen atau terealisasi sebesar Rp17.940,96 miliar. Hal ini didorong pertumbuhan penyaluran DAU yang memiliki pagu terbesar sebesar 1,93 persen diiringi dengan DBH yang mencatatkan pertumbuhan 11,59 persen," rincinya.
Dikatakan juga, Pada bulan September 2025 neraca APBN Regional Riau mencatatkan defisit sebesar Rp5.284,77 miliar artinya pemerintah pusat menyalurkan lebih banyak dana ke Riau dibandingkan penerimaan yang dikumpulkan dari Riau.
Terkait Penyaluran KUR sampai dengan Sept 2025 terealisasi Rp7,23 triliun kepada 85.857 debitur. penyaluran terkontraksi sebesar 6,52% dan debitur terkontraksi 7,63% secara yoy. Rata-rata penyaluran s.d Sept 2025 sebesar Rp84,20 juta/debitur. Kinerja penyaluran KUR sampai dengan September mencapai 72,46% dari plafon KUR Tahun 2025 untuk Provinsi Riau dengan realisasi debitur 78,28% dari target.
"Penyaluran KUR tertinggi dan debitur terbanyak di Kab. Kampar. Jika dilihat dari penyalurnya 65,08% didominan oleh BRI sebesar Rp4,70 triliun kepada 69.437 debitur. Realisasi penyaluran UMi s.d. Sept 2025 sebesar Rp207,44 miliar kepada 33.302 debitur. Nilai penyaluran terkontraksi sebesar 2,77% dan debitur juga terkontraksi 10,19% secara yoy. Rata-rata penyaluran sampai Sept 2025 mencapai Rp6,23 juta/debitur. Kinerja penyaluran UMi sampai dengan September 2025 sebesar 85,30% dari target penyaluran UMi dan realisasi debitur mencapai 72,39%," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....