Ngaku Hemat Kok Teman Bilang Pelit? Yuk Bedain!
- 29 Sep 2025 23:09 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Pernahkah kamu mendengar teman bilang, “Aku bukan pelit, aku hemat”? Kalimat ini sering jadi pembelaan klasik ketika seseorang menolak patungan lebih atau memilih menu termurah saat makan bareng. Padahal, hemat dan pelit itu beda tipis tapi maknanya bisa jauh sekali, yang satu bikin dompet aman dan hati tenang, yang satu lagi bisa bikin hubungan sosial berantakan.
Hemat sejatinya adalah sikap cerdas dalam mengatur keuangan. Orang hemat tahu kapan harus mengeluarkan uang, kapan harus menahan diri. Misalnya, beli barang diskon bukan karena gengsi, tapi karena memang kebutuhan. Sementara pelit? Ia lebih mirip orang yang menutup rapat dompetnya bahkan ketika kondisi jelas-jelas mengharuskan mengeluarkan uang.
Contoh nyata, orang hemat bisa saja membeli kopi sachet untuk sehari-hari, tapi tidak ragu traktir teman ketika ada momen spesial. Orang pelit? Mungkin tetap minum kopi sachet, tapi kalau traktir teman, dia pura-pura lupa bawa dompet. Hemat itu pilihan sadar, pelit itu pembenaran diri.
Menariknya, orang hemat biasanya disukai karena dianggap bijak. Mereka tidak sembarangan jor-joran, tapi tahu kapan harus berbagi. Sebaliknya, orang pelit bisa membuat lingkungannya ilfeel. Bayangkan, masa iya, patungan acara kantor masih dihitung sampai ke perak terakhir?
Perbedaan lain ada pada mindset. Orang hemat memandang uang sebagai alat untuk hidup lebih baik. Sedangkan pelit menganggap uang sebagai harta karun yang tidak boleh disentuh siapa pun. Akhirnya, yang satu hidupnya terasa ringan, yang satu lagi justru hidup dalam ketakutan kehilangan.
Tidak jarang, orang pelit mencoba menyamarkan diri dengan dalih “hemat”. Padahal, hemat tidak membuat orang lain repot. Justru sikap pelit sering membuat lingkungan sekitar jadi jengah. Hemat itu efisiensi, pelit itu egoisme. Beda banget, kan?
Penelitian oleh Paul Piff dan Angela Robinson yang berjudul Psikologi Kelangkaan dan Empati (Studi Wealth & Stinginess) yang ditulis di World Economic Forum menunjukkan bahwa justru orang yang lebih kaya cenderung lebih kurang memperhatikan kebutuhan orang lain dan bisa lebih bersikap egois atau “pelit” dalam interaksi sosial.
Jadi, kalau kamu merasa sedang menjaga pengeluaran, coba refleksi sejenak: apakah caramu membuat orang lain tetap nyaman atau malah tersinggung? Ingat, hemat itu sehat buat keuangan, tapi kalau kebablasan jadi pelit, bisa-bisa bukan hanya uang yang hilang, tapi juga teman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....