Bersama Kemenkeu Satu, DJBC Riau Sampaikan Realisasi Penerimaan Negara

  • 30 Apr 2025 17:00 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Riau yang merupakan bahagian dari Kemenkeu Satu Provinsi Riau melaksanakan kegiatan konferensi Pers APBN KiTA regional Riau di ruang Media Center, Kanwil DJBC Riau, Rabu (30/4/2025). Penyampaikan dipimpin oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Riau, Parjiya selaku Kepala Kanwil DJBC Riau, termasuk realisasi penerimaan negara.

Acara dihadiri oleh seluruh perwakilan Kemenkeu Satu Riau serta perwakilan Pemerintah Daerah Riau.

Parjiya menyebutkan bahwa kondisi ekonomi global sepanjang tahun 2025 penuh dengan tantangan. Perang dagang melalui Trump Tarrif, konflik/perang di kawasan timur tengah dan juga Rusia-Ukraina tentu berdampak pada perekonomian Nasional dan regional termasuk Riau.

"Di tingkat Nasional pemerintah membuat kebijakan efisiensi yang tentunya berdampak pada pola belanja K L baik di tingkat pusat maupun di daerah. Efisiensi ini dilakukan bukan semata memotong anggaran, namun merupakan upaya realokasi anggaran untuk belanja-belanja yang menjadi prioritas nasional," jelasnya.

Dikatakan, realisasi APBN di Provinsi Riau yaitu pendapatan APBN secara total meningkat, ditopang oleh realisasi Bea Keluar yang naik tajam. Namun Penerimaan Pajak dan PNBP terkontraksi. Sedangkan Belanja Negara menunjukan penurunan (y-o-y) disebabkan anggaran belanja pemerintah terkait Pemilu sudah berakhir.

"Operasi pemerintah diproyeksikan menyumbang PDRB sebesar Rp8,16 T. Sedangkan Realisasi APBD Provinsi Riau untuk Pendapatan Daerah terkontraksi sebesar 30,62% (y-o-y), dan Belanja Daerah yang menunjukan penurunan (y-o-y) pada setiap komponen belanja, ditopang oleh penurunan belanja pegawai, barang dan jasa, serta modal, lalu dilaporkan APBD Riau periode sampai dengan Maret 2025 surplus sebesar Rp 812,28 M," rincinya.

Parjiya juga memaparkan penjelasan lebih lanjut mengenai Penerimaan Bea dan Cukai pada Provinsi Riau. Total penerimaan di Kanwil DJBC Riau s.d. Maret 2025 adalah sebesar Rp 3,26 T. Penerimaan tersebut lebih besar dibandingkan target trajectory sampai dengan Maret 2025 yaitu sebesar Rp 472,81 M, sehingga capaian penerimaan sampai dengan Maret 2025 adalah 690,12 persen, atau sebesar 170,59 persen dari target penerimaan tahun 2025 yang berjumlah Rp1.912.728.992.000.

Untuk Devisa Impor s.d. Maret 2025 adalah sebesar 410,04 Jt USD, menurun sebesar 111,16 Jt USD (-21,33%) dibanding Devisa Impor untuk periode yang sama pada tahun 2024. Namun, berdasarkan Tonase Impor sampai dengan Maret 2025 adalah sebesar 1,41 Jt Ton, Angka ini meningkat sebesar 241,35 Rb Ton (20,55%) dibanding Tonase Impor untuk periode yang sama pada tahun 2024.Untuk Devisa ekspor s.d. Maret 2025 adalah sebesar 5,07 Milyar USD meningkat sebesar 0,95 Milyar USD (22,93%) dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka Tonase ekspor sampai dengan Maret 2025 adalah 6,33 Jt ton, angka ini juga meningkat sebesar 0,13 Rb ton (2,05%) dibanding periode yang sama tahun lalu.

Parjiya memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas kinerja Bea Cukai Riau. Selain itu Parjiya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan bekerjasama dalam menyokong kinerja Bea Cukai Riau.

"Harapannya tentu pada periode yang akan datang, Bea Cukai Riau harus menjadi lebih baik lagi dan optimal dalam pelayanan dan juga pengawasan. Selain itu, Bea Cukai Riau juga berharap Kemenkeu Satu Riau selalu bersinergi dan selangkah Bersama agar kondisi fiskal di Provinsi Riau pada tahun 2025 dan seterusnya juga semakin baik, demikian pula dengan kondisi fiskal dan perekonomian di Republik Indonesia," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....