BAKN DPR RI Bahas Efektivitas JTTS dan Dampak Ekonomi Sumatra

  • 04 Okt 2026 18:59 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - PT Hutama Karya (Persero) menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI di Pekanbaru, Jumat 2 September 2026 . Kunjungan tersebut membahas tata kelola dan efektivitas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk pelaksanaan penugasan pemerintah, akuntabilitas pengelolaan infrastruktur, serta manfaat JTTS bagi masyarakat dan perekonomian Sumatra.

Pertemuan dipimpin Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo bersama jajaran anggota BAKN. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pengaturan BUMN, Danantara Asset Management, serta sejumlah badan usaha jalan tol.

Dari Hutama Karya, hadir Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro. Turut hadir Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Muhammad Hanugroho dan Direktur Bisnis PT Jasa Marga (Persero) Tbk Reza Febriano beserta jajaran masing-masing.

Dalam paparannya, Hutama Karya menyampaikan perkembangan pelaksanaan penugasan JTTS. Hingga Agustus 2026, pembangunan JTTS telah mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer di antaranya telah beroperasi.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan pendanaan. Selain itu, pengembangan setiap koridor memperhatikan kebutuhan konektivitas serta manfaatnya terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Hutama Karya juga menjelaskan penguatan tata kelola pembangunan melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko, serta peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyiapan proyek lebih matang serta menjaga keselarasan antara prioritas pembangunan, kebutuhan investasi, dan kesiapan pendanaan.

Perusahaan juga menyampaikan persiapan pengembangan koridor Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang yang dilakukan sesuai tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaannya.

Untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, Hutama Karya menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan, di antaranya Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling. Skema tersebut dilakukan dengan memanfaatkan nilai aset yang telah beroperasi untuk mendukung investasi berikutnya.

Pengembangan jaringan JTTS diarahkan untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi sehingga dapat memperlancar distribusi barang sekaligus memperluas akses pasar.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS tidak hanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” ujar Iwan, dalam rilis yang disampaikan ke media Minggu 4 September 2026.

Menurutnya, manfaat tersebut menjadi bagian yang terus didorong Hutama Karya melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya manfaat yang terukur dalam menilai efektivitas pembangunan infrastruktur.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Andreas.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menambahkan, pengembangan potensi daerah di sepanjang koridor jalan tol juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Hutama Karya menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung tata kelola dan keberlanjutan pembangunan JTTS.

Dengan kesiapan pendanaan dan arah pengembangan yang terencana, pembangunan JTTS diharapkan dapat menghadirkan konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra.

Pengembangan infrastruktur tersebut juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur, memperkuat daya saing daerah, dan mendorong pemerataan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....