BRK Syariah Jakarta Salurkan Pembiayaan Rp240 Miliar, NPF Nol
- 02 Okt 2026 11:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Jakarta — Kinerja bisnis BRK Syariah Cabang Jakarta menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hingga tahun berjalan, pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp240 miliar atau 98,7 persen dari target yang ditetapkan manajemen.
Yang menarik, ekspansi pembiayaan tersebut berlangsung dengan kualitas portofolio yang tetap terjaga. Hingga September 2026, cabang tersebut mencatat tingkat pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) sebesar nol persen.
Branch Manager BRK Syariah Cabang Jakarta, Indra Bayu, mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari pendekatan yang dilakukan kepada para nasabah.
“Alhamdulillah NPL kita nol. Lancar semua,” ujar Bayu, Jumat 2 Oktober 2026.
Dari total pembiayaan Rp240 miliar, sekitar Rp215 miliar berasal dari segmen komersial, sedangkan Rp25 miliar lainnya disalurkan untuk segmen konsumer.
Menurut Bayu, kedekatan dengan nasabah menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kualitas pembiayaan. Mayoritas nasabah BRK Syariah Cabang Jakarta merupakan pelaku usaha asal Riau yang telah memiliki bisnis mapan serta dukungan agunan yang memadai.
“Kedekatan emosional diperlukan. Jadi mitigasi risiko kami sangat kuat. Dari awal semuanya sudah kami perhitungkan,” katanya.
Di sisi penghimpunan dana, kinerja BRK Syariah Cabang Jakarta juga mencatat pertumbuhan signifikan. Dana pihak ketiga (DPK) hingga September 2026 mencapai Rp5,89 triliun atau tumbuh 128,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan DPK tersebut turut diikuti peningkatan sejumlah indikator keuangan. Laba tercatat tumbuh 121,59 persen secara tahunan, sementara aset meningkat 132,21 persen dan pendapatan tumbuh 127,12 persen.
Dari total DPK tersebut, komponen giro tercatat sekitar Rp168 miliar. Sumber dana berasal antara lain dari Kementerian Keuangan serta nasabah asal Riau.
Untuk menjaga stabilitas sumber dana, Bayu mengatakan strategi penghimpunan kini lebih diarahkan pada deposito yang dinilai relatif lebih mampu bertahan menghadapi dinamika pasar.
“Persaingan dana memang berputar. Jadi memang harus kuat di BRK Syariah. Kalau tidak, dana nasabah itu cepat pindah,” ujarnya.
Meski pembiayaan telah mencapai Rp240 miliar, BRK Syariah Cabang Jakarta masih mengejar target tahunan sebesar Rp244 miliar.
Untuk memenuhi target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah pipeline bisnis komersial dengan nilai sekitar Rp128 miliar yang ditargetkan terealisasi hingga Desember 2026.
Ekspansi juga diarahkan pada sektor-sektor yang dinilai strategis, termasuk minyak dan gas serta agribisnis.
Basis nasabah cabang Jakarta sendiri masih banyak terkait dengan jaringan usaha dari Riau dan Kepulauan Riau, khususnya pada segmen ritel dan komersial.
Di balik pertumbuhan tersebut, manajemen tetap mencermati sejumlah tantangan. Salah satunya adalah konsentrasi DPK yang masih cukup besar pada deposito korporasi dan deposan dengan dana besar.
Selain itu, masih terdapat gap intermediasi yang perlu dikonversi menjadi pembiayaan melalui percepatan pipeline bisnis.
Dengan posisi pembiayaan yang hampir mencapai target serta pertumbuhan DPK yang tinggi, BRK Syariah Cabang Jakarta memasuki sisa 2026 dengan fokus memperluas penyaluran pembiayaan sekaligus menjaga kualitas portofolio dan stabilitas dana nasabah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....