Mengembangkan Usaha Kelengkeng sebagai Komoditas Unggulan Hortikultura Riau
- 18 Agt 2026 08:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Potensi tersebut terlihat dari keberhasilan sejumlah petani di Riau dalam mengembangkan kebun kelengkeng. Di Kampar, misalnya, terdapat petani yang telah membudidayakan kelengkeng sejak 2010 dan melihat peluang ekonomi yang cukup besar dari komoditas tersebut.
Buah yang memiliki rasa manis dan nilai jual relatif tinggi ini juga menarik minat masyarakat untuk datang langsung ke kebun, sehingga membuka peluang pengembangan konsep wisata petik buah. Keunggulan lain dari tanaman kelengkeng adalah potensinya untuk menghasilkan buah secara lebih terencana. Dengan teknologi dan perlakuan pembungaan yang tepat, waktu produksi dapat diatur sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada musim alami.
Kementerian Pertanian juga menjelaskan kelengkeng responsif terhadap perlakuan pembungaan sehingga masa panen dapat diatur. Teknologi tersebut berpotensi membantu petani menjaga kesinambungan pasokan dan memperoleh harga yang lebih stabil.
Dikutip dari Dinas Pertanian Kampar, pengembangan kebun kelengkeng di Riau juga dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan buah segar, tetapi sekaligus membangun rantai usaha dari kebun hingga pasar. Buah berkualitas dapat dipasarkan melalui pasar tradisional, toko buah, ritel modern, restoran, maupun penjualan langsung dari kebun. Pengemasan yang baik dan penanganan pascapanen juga penting dilakukan agar kualitas buah tetap terjaga selama proses distribusi.
Selain pasar buah segar, kebun kelengkeng berpotensi dikembangkan menjadi destinasi agrowisata, pengunjung dapat menikmati suasana kebun, mengenal proses budidaya, hingga membeli buah langsung dari pohonnya. Model seperti ini telah terlihat di salah satu kebun kelengkeng di Kampar, ketika pengunjung datang dan membeli hasil panen langsung dari kebun. Konsep tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkenalkan komoditas hortikultura Riau kepada masyarakat luas.
Pengembangan kelengkeng sebagai komoditas unggulan tentu membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Petani perlu memilih bibit yang sesuai, memperhatikan pemupukan, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta melakukan pemangkasan dan perawatan secara berkala. Tantangan seperti biaya pupuk dan gangguan hewan juga perlu diperhitungkan dalam pengelolaan kebun.
Pengalaman petani di Pekanbaru menunjukkan bahwa pengelolaan biaya produksi dan teknik budidaya menjadi bagian penting dalam mempertahankan produktivitas kebun. Melihat potensi pasar dan dukungan pengembangan hortikultura, kelengkeng memiliki peluang untuk terus dikembangkan di Riau. Bahkan pada 2026, kegiatan pengembangan hortikultura unggulan di Rimbo Panjang, Pekanbaru, memasukkan kelengkeng Kristal sebagai salah satu komoditas yang ditanam karena dinilai memiliki prospek pasar dan potensi ekonomi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....