Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye SETUJU
- 06 Agt 2026 21:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Jakarta – Sejalan dengan semangat "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri" yang diusung Kementerian Perhubungan, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di ruas-ruas tol yang dikelola.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) untuk Zero ODOL yang mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan sebagai bagian dari upaya mewujudkan perjalanan yang lebih aman, menjaga keandalan layanan jalan tol, serta mendukung sistem transportasi nasional yang berkelanjutan.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa kendaraan ODOL masih menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan jalan tol karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta berdampak terhadap keberlanjutan kualitas layanan infrastruktur jalan tol.
"Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, kendaraan yang melebihi ketentuan dimensi dan muatan memberikan beban yang lebih besar terhadap perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur jalan tol. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi ODOL merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan," ujar Hamdani, dalam rilis yang disampaikan Kamis 6 Agustus 2026.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kendaraan ODOL juga berdampak terhadap keberlanjutan kualitas layanan infrastruktur jalan tol. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas desain meningkatkan tekanan pada perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur serta meningkatkan kebutuhan pemeliharaan. Dari sisi keselamatan, kendaraan ODOL memiliki jarak pengereman yang lebih panjang, tingkat stabilitas yang lebih rendah, serta risiko lebih tinggi mengalami kehilangan kendali maupun terguling yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
Sebagai upaya meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus menjaga keandalan layanan jalan tol, Hutama Karya secara konsisten memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang melalui Operasi ODOL yang dilaksanakan bersama Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan lainnya di berbagai ruas tol yang dikelola.
Sepanjang periode Januari–Juli 2026, melalui pelaksanaan Operasi ODOL, Hutama Karya telah menjaring 1.280 kendaraan angkutan barang. Dari jumlah tersebut, 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan, sedangkan 505 kendaraan terindikasi melanggar ketentuan ODOL sehingga ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Operasi ODOL tersebut dilaksanakan di sejumlah ruas tol yang dikelola Hutama Karya, antara lain Jalan Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Tol Bengkulu-Taba Penanjung, Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Betung-Jambi, Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Padang–Sicincin, Tol JORR Seksi S, dan Akses Tanjung Priok.
Pada periode yang sama, Hutama Karya juga memperkuat pengawasan melalui penerapan sistem Weigh in Motion (WIM) sebagai bagian dari upaya preventif dalam mendukung Gerakan Nasional Zero ODOL. Selama periode Januari–Juli 2026, sistem WIM telah mengidentifikasi sebanyak 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan.
"Pengawasan terhadap kendaraan ODOL melalui Operasi ODOL maupun sistem WIM bukan semata-mata merupakan bentuk penegakan kepatuhan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta keandalan layanan jalan tol. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL," ujar Hamdani.
Hutama Karya mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang, perusahaan logistik, maupun pengemudi kendaraan barang untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan memenuhi ketentuan dimensi dan batas muatan sesuai regulasi yang berlaku. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut tidak hanya melindungi infrastruktur jalan tol dari kerusakan dini, tetapi juga mengurangi potensi kecelakaan akibat kegagalan pengereman, kendaraan kehilangan kendali, maupun kendaraan terguling.
Selain memastikan kendaraan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan, seluruh pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi batas kecepatan yang berlaku di jalan tol, yaitu minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam pada jalan tol luar kota serta maksimum 80 km/jam pada jalan tol dalam kota, menjaga jarak aman antar kendaraan, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.
Sebagai bagian dari implementasi kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), Hutama Karya terus memperkuat edukasi mengenai bahaya kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) melalui berbagai media komunikasi perusahaan. Edukasi dilakukan melalui Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, hingga penyampaian imbauan secara langsung melalui public address di gerbang tol maupun rest area. Melalui kampanye SETUJU, Hutama Karya terus menggaungkan pesan "SETUJU untuk Zero ODOL" sebagai ajakan kepada seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha angkutan barang untuk bersama-sama mewujudkan jalan tol yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.
"Melalui pengawasan yang konsisten, edukasi yang berkelanjutan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Hutama Karya berkomitmen mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL. Kami mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang dan pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku agar tercipta perjalanan yang lebih aman, infrastruktur jalan tol yang tetap andal, serta distribusi logistik nasional yang semakin efisien," tutur Hamdani.
Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan nyaman, Hutama Karya juga menghadirkan aplikasi Mozy yang menyediakan berbagai informasi layanan jalan tol, mulai dari tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS) yang dapat digunakan saat menghadapi kondisi tertentu di jalan tol. Apabila pengguna jalan membutuhkan bantuan atau informasi selama melintas di ruas tol yang dikelola Hutama Karya, dapat menghubungi Call Center Terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau melalui WhatsApp 0811-2777-000.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....