Mengenal Bisnis Getah Damar sebagai Sumber Penghasilan Masyarakat Riau
- 27 Jul 2026 09:11 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID,Pekanbaru - Provinsi Riau dikenal memiliki kawasan hutan yang menyimpan berbagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi. Selain rotan, madu hutan, dan jelutung, salah satu komoditas yang memiliki potensi besar adalah getah damar. Getah yang dihasilkan dari pohon damar telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan hutan secara berkelanjutan tanpa harus menebang pohonnya. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti damar juga menjadi salah satu fokus pengelolaan kehutanan di Provinsi Riau.
Getah damar merupakan resin alami yang keluar dari batang pohon damar ketika dilakukan penyadapan. Setelah mengeras, getah tersebut dipanen dan dikumpulkan sebelum dijual kepada pengepul atau industri. Produk ini memiliki nilai ekonomi karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, seperti pembuatan vernis, cat, perekat, tinta, kosmetik, kerajinan, hingga bahan campuran dupa dan produk farmasi. Tingginya kegunaan tersebut membuat permintaan terhadap damar tetap stabil di berbagai sektor industri.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, usaha getah damar menjadi sumber pendapatan yang dapat dilakukan secara turun-temurun. Proses penyadapan relatif sederhana dan tidak merusak pohon apabila dilakukan sesuai kaidah yang benar. Dengan demikian, masyarakat dapat memanen getah secara berkala sambil tetap menjaga kelestarian tegakan hutan sebagai sumber produksi jangka panjang.
Pengembangan hasil hutan bukan kayu mendapat perhatian melalui bidang pemanfaatan hutan yang membina pengelolaan hutan tanaman rakyat serta komoditas HHBK. Kebijakan ini bertujuan mendorong pemanfaatan sumber daya hutan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Prospek bisnis getah damar juga cukup menjanjikan karena modal usaha relatif rendah dibandingkan usaha kehutanan berbasis kayu. Pelaku usaha tidak perlu menebang pohon untuk memperoleh hasil. Pohon damar yang telah produktif dapat disadap secara berkala sehingga memberikan pemasukan berulang selama pohon tetap sehat. Sistem ini menjadikan damar sebagai salah satu komoditas hasil hutan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain menjual getah dalam bentuk mentah, masyarakat memiliki peluang meningkatkan nilai tambah melalui proses sortasi, pembersihan, hingga pengemasan sesuai standar kebutuhan industri.
Semakin baik kualitas getah damar, semakin tinggi pula harga jual yang dapat diperoleh. Penguatan kelembagaan kelompok tani hutan dan kemitraan dengan pelaku industri juga dapat membantu memperluas akses pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pengembangan usaha damar juga memberikan manfaat ekologis. Karena nilai ekonominya berasal dari pohon yang tetap hidup, masyarakat memiliki dorongan untuk menjaga keberadaan hutan dari kerusakan maupun penebangan liar. Pola pemanfaatan ini mendukung konservasi keanekaragaman hayati, menjaga tutupan lahan, serta mempertahankan fungsi hutan sebagai penyimpan air dan penyerap karbon. Meski memiliki prospek yang baik, usaha getah damar tetap menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga, akses transportasi dari kawasan hutan, dan perlunya peningkatan keterampilan dalam teknik penyadapan.
Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui pembinaan, penyuluhan, dan penguatan kelembagaan petani menjadi faktor penting agar usaha ini berkembang secara berkelanjutan. Dengan kekayaan hutan yang dimiliki Riau, getah damar merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang berpotensi menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam. Melalui pengelolaan yang baik, komoditas ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan tanpa mengorbankan fungsi ekologis kawasan hutan. Bisnis getah damar membuktikan bahwa hutan tidak hanya bernilai karena kayunya, tetapi juga karena berbagai hasil alam yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....