Material Alam Sunagi Kampar dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur

  • 30 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terbesar di Provinsi Riau yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan potensi sumber daya mineral bukan logam dan batuan (MBLB), salah satunya berupa kerikil dan pasir. Material alam ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari jalan raya, jembatan, perumahan, hingga fasilitas umum lainnya.

Keberadaan tambang kerikil di sepanjang aliran Sungai Kampar memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Aktivitas penambangan menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak masyarakat, baik sebagai penambang, pengangkut, maupun pelaku usaha yang bergerak di bidang penyediaan material bangunan. Selain memenuhi kebutuhan lokal, hasil tambang juga dipasok ke berbagai wilayah di Riau yang tengah mengalami pertumbuhan pembangunan.

Kerikil Sungai Kampar dikenal memiliki kualitas yang baik sebagai bahan campuran beton dan konstruksi. Proses alami aliran sungai selama bertahun-tahun menghasilkan batuan yang kuat, padat, serta memiliki ukuran yang beragam sehingga sesuai untuk berbagai kebutuhan konstruksi.

Tidak mengherankan apabila material dari Sungai Kampar menjadi salah satu pilihan utama bagi kontraktor dan pelaku pembangunan. Namun demikian, pemanfaatan sumber daya alam tersebut harus dilakukan secara bijaksana.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau menegaskan setiap kegiatan pertambangan mineral bukan logam dan batuan wajib memiliki perizinan serta memenuhi ketentuan teknis dan lingkungan. Pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan aktivitas penambangan berjalan sesuai regulasi, termasuk kewajiban pelaporan produksi, pembayaran pajak, serta penerapan standar keselamatan kerja. Pengelolaan tambang yang baik juga bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem Sungai Kampar.

Penambangan yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan alur sungai, meningkatkan risiko erosi tebing, serta mengganggu habitat ikan dan organisme air lainnya. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan berizin sekaligus menindak kegiatan yang tidak memiliki izin agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Selain aspek lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang profesional dan berkelanjutan. Dinas ESDM Provinsi Riau mendorong seluruh pemegang izin untuk melaksanakan kegiatan penambangan sesuai ketentuan, menggunakan tenaga pengawas teknis, serta memenuhi seluruh kewajiban administrasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha pertambangan yang sehat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan, tambang kerikil di Sungai Kampar diharapkan tetap menjadi salah satu penopang pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, sumber daya alam ini dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus menjaga kelestarian Sungai Kampar sebagai aset penting bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....