Usia 65 Tahun, Hutama Karya Catat Pertumbuhan Berkualitas di Masa Konsolidasi

  • 15 Apr 2026 19:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Jakarta — Memasuki usia ke-65 tahun, PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan kematangan sebagai perusahaan infrastruktur nasional dengan kinerja keuangan yang solid. Di tengah upaya konsolidasi, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba, penurunan utang, serta penguatan fondasi bisnis jangka panjang.

Berdasarkan laporan keuangan audited tahun buku 2025, Hutama Karya membukukan laba bersih sebesar Rp3,09 triliun, tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada saat yang sama, total liabilitas berhasil ditekan 17,4 persen, dari Rp58,04 triliun menjadi Rp47,92 triliun.

Kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan. Laba usaha tercatat Rp2,74 triliun, naik 10,2 persen YoY, sementara beban keuangan berhasil ditekan signifikan dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun, atau turun 24,5 persen dalam setahun.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari transformasi menyeluruh yang dilakukan secara konsisten.

“Pertumbuhan yang kami catatkan selalu berbasis ekspansi dengan mitigasi risiko. Ini adalah pertumbuhan yang dijaga kualitasnya. Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” ujarnya, Rabu 15 April 2026 dalam rilis yang disampaikan.

Dari sisi neraca, ekuitas perusahaan menguat menjadi Rp141,18 triliun atau naik 2,3 persen YoY. Menariknya, penguatan ini terjadi tanpa tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) baru sepanjang 2025. Sementara itu, total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp189,10 triliun per 31 Desember 2025.

Transformasi model bisnis juga terlihat dari struktur pendapatan. Segmen pengoperasian jalan tol menjadi motor pertumbuhan tercepat dengan kenaikan 26,8 persen YoY. Secara keseluruhan, kontribusi segmen jalan tol mencapai Rp17,33 triliun atau 68,9 persen dari total pendapatan eksternal sebesar Rp25,13 triliun.

Langkah ekspansi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) turut memperkuat portofolio jangka panjang. Pada 2025, Hutama Karya menandatangani proyek KPBU Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Sumatera Barat senilai Rp2,7 triliun. Sebelumnya, pada 2024, perusahaan juga memenangkan proyek KPBU Trans Papua Jayapura–Wamena dengan nilai investasi Rp3,3 triliun.

Di sektor pembangunan, proyek strategis Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus menunjukkan progres signifikan. Salah satunya, ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 yang mulai beroperasi secara komersial pada September 2025.

Perjalanan panjang Hutama Karya yang genap berusia 65 tahun pada 29 Maret 2026 mencerminkan transformasi dari perusahaan era kolonial, Hollandsche Beton Maatschappij, menjadi BUMN strategis yang mengemban mandat pembangunan konektivitas nasional, khususnya di Sumatera.

Memasuki babak baru, sejak Juli 2025 kepemilikan Hutama Karya resmi berada di bawah PT Danantara Asset Management (Persero), yang diharapkan semakin memperkuat arah pengembangan bisnis perusahaan.

Koentjoro menegaskan, di usia yang tidak lagi muda, Hutama Karya tidak sekadar merayakan perjalanan, tetapi membuktikan perannya.

“Bahwa perusahaan yang lahir dari semangat membangun republik ini masih relevan, masih produktif, dan masih dipercaya untuk mengemban tugas-tugas terbesar bangsa,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....