Hutama Karya Pacu Ekonomi Nasional Lewat Proyek Konektivitas

  • 29 Agt 2025 19:18 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menegaskan peran nyata dalam konektivitas nasional.

Sampai saat ini, perusahaan telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan jalan tol dengan total panjang mencapai 1.220 kilometer yang meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, yaitu waktu tempuh lebih singkat, biaya logistik menurun, akses layanan publik meningkat, dan ekonomi lokal bergerak. Kontribusi ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya pemerataan pembangunan, penguatan logistik, dukungan UMKM dan pariwisata, serta peningkatan kualitas layanan publik menuju Indonesia Emas 2045.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan selama enam dekade, Hutama Karya konsisten menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan rakyat.

“Dari Tol Cawang–Priok pada 1987 hingga Trans Sumatera hari ini, fokus kami adalah menghadirkan konektivitas yang betul-betul memudahkan mobilitas orang dan barang, mendorong ekonomi daerah, serta memperkuat ekosistem layanan publik,” ujarnya, Kamis (28/08/2025).

Pembangunan jaringan jalan dan tol Hutama Karya memberi efisiensi nyata pada logistik nasional, dengan penurunan biaya hingga 30–40% sebagaimana tercermin dari penghematan waktu tempuh dan operasional kendaraan.

Di Sumatra, Tol Pekanbaru–Dumai (131 km) memangkas perjalanan dari sekitar 4 jam menjadi ±1,5 jam, sementara koridor Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (±177,22 km) menurunkan waktu tempuh hingga ±40%. Perjalanan Medan–Jakarta yang sebelumnya sekitar 30 jam kini dapat ditempuh sekitar 20 jam berkat keterhubungan antar ruas JTTS.

Pada dimensi ketenagakerjaan, setiap ruas menyerap ±400–700 pekerja selama konstruksi, dengan prioritas rekrutmen lokal ±60%; total serapan tenaga kerja di proyek JTTS mencapai lebih dari 8.000 orang, dan secara kumulatif lintas proyek sebesar 15.000 orang.

Dampak turunan turut terlihat pada UMKM dan pariwisata: akses bahan baku dan pasar menjadi lebih cepat dimana sebelum adanya tol ini perlu memakan waktu yang signifikan untuk mecapai daerah tujuan, serta destinasi di koridor tol/konektivitas jembatan strategis lebih terjangkau, misalnya, setelah beroperasinya Tol Bali Mandara (±12,70 km), kunjungan wisatawan ke Bali tercatat meningkat hingga ±20% pada periode awal operasional.

Perbaikan akses juga mempercepat layanan publik, mobilitas tenaga kesehatan, pendidik, distribusi kebutuhan dasar, hingga rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap, sehingga manfaat konektivitas terasa langsung bagi masyarakat di kota maupun pelosok.(rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....