HK Fasilitasi 792 UMKM di Rest Area JTTS

  • 12 Agt 2025 16:14 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Hingga Juni 2025, PT Hutama Karya (Persero) (HK) telah memfasilitasi 792 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di 23 Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tersebar di 6 provinsi. Langkah ini selaras dengan peringatan Hari UMKM Nasional 2025 dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan bahwa komitmen ini merefleksikan visi perusahaan dalam mewujudkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

“Rest Area JTTS menjadi manifestasi nyata dari amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN yang mewajibkan kami melakukan pemberdayaan dan membangun kemitraan dengan UMKM dimana bagi Hutama Karya kemitraan ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan komitmen strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Adjib, Selasa (12/08/2025).

Adjib menjelaskan komitmen tersebut diperkuat oleh Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2021 yang mewajibkan alokasi minimal 30% area komersial untuk UMKM dan 70% untuk produk lokal.

“Saat ini Hutama Karya bahkan melampaui ketentuan tersebut dengan mengalokasikan 56,47 m2 dari total 98,86 m2 area komersial khusus untuk UMKM, atau setara 57,1% dari total area komersial,” kata Adjib.

Adjib menyebutkan Hutama Karya tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga melakukan pembinaan berkelanjutan melalui program "JTTS Berdaya". Sejak 2022, sebanyak 75 UMKM telah mengikuti pelatihan komprehensif yang meliputi mindset kewirausahaan, perhitungan harga pokok produksi, alternatif permodalan, penyusunan proposal bisnis, diferensiasi produk, dan digitalisasi pembayaran.

“Hasil yang terukur terlihat dari belasan atau sekitar 35% tenant di Rest Area 215B Tol Terpeka yang telah mengadopsi sistem pembayaran digital QRIS, transfer bank, dan BRILink. Atas transformasi pasca pelatihan ini, belasan tenant UKM tersebut mengalami peningkatan pendapatan 10-20%,” ungkap Adjib.

Selain itu, menghadapi era ekonomi digital, Hutama Karya saat ini mengembangkan strategi digitalisasi bertahap dengan target utama implementasi aplikasi Point of Sale (POS) yang memudahkan pencatatan keuangan dan penyusunan laporan usaha.

“Kami menyadari tantangan digitalisasi bagi UMKM mikro, terutama terkait biaya operasional. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dengan alternatif seperti BRILink sebagai langkah awal,” kata Adjib.

Rumah Makan Sinar di Rest Area KM 215B yang dikelola Ibu Siti Nakoh menjadi contoh sukses pemberdayaan UMKM. Melalui pendampingan pencatatan keuangan sederhana, usahanya berkembang pesat hingga mampu menyewa satu tenant tambahan di rest area yang sama.

“Program pendampingan ini membuktikan bahwa Hutama Karya tidak hanya memberikan tempat berjualan, tetapi juga meningkatkan kapabilitas kami sebagai pelaku UMKM secara berkelanjutan,” tuturnya.

Seiring dengan tema Hari UMKM Nasional 2025, Hutama Karya berkomitmen menjadikan Rest Area JTTS sebagai katalis UMKM berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Program diferensiasi produk dan sertifikasi legalitas (PIRT, halal, dan higienitas) menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen.

“Rest Area JTTS akan terus menjadi ekosistem yang mendukung UMKM naik kelas. Kami yakin dengan kolaborasi semua pihak, UMKM Indonesia akan semakin berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.(Rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....