Tantangan Pusat Perbelanjaan Era Gempuran Rojali dan Rohana

  • 06 Agt 2025 13:01 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Fenomena pengunjung pusat perbelanjaan yang disebut Rojali (Rombongan jarang beli) dan Rohana (Rombongan hanya nanya), menjadi tantangan baru bagi para pelaku usaha di Mall terutama tenant retail dalam menarik pelanggan untuk melakukan transaksi.

Dr. Hendro Ekwarso yang merupakan Pengamat Ekonomi dari Universitas Riau menilai, saat ini kebanyakan pengunjung datang ke Mal bukan semata untuk berbelanja. Banyak diantara mereka hanya melihat-lihat barang, membandingkan harga, atau bahkan sekadar mencari referensi sebelum membeli secara online.

“Ini tantangan. Tenant harus bisa lebih inovatif agar pengunjung merasa nyaman dan yakin membeli di tempat,” jelas Hendro dalam Dialog Interaktif Pekanbaru Pagi, Rabu (6/8/2025).

Belanja online disebut Hendro tidak selalu memberikan kepuasan maksimal. Ia menyebut, 50% pembelian online tidak sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, ia mendorong tenant untuk tak sekadar mengandalkan display fisik, tetapi juga memperluas pemasaran lewat platform digital atau media sosial.

Disisi lain, Riza Budi dari APPBI DPD Riau menyebut belum ada kebijakan khusus menyikapi fenomena ini. Namun ia memastikan bahwa pengelola mall tetap berupaya menghadirkan berbagai promosi, diskon, dan event untuk menjaga daya tarik dan mendorong masyarakat kembali berbelanja langsung.

"Mall harus kreatif untuk memberikan promosi dan membuat event, agar menarik masyarakat. Selain itu, saat ini Mall juga berfungsi sebagai tempat meeting hingga hangout, sehingga perhatian masyarakat di Mall itu lebih banyak ke tenan F&B dibanding tenan retail," jelas Riza dalam dialog yang sama.

Riza juga menekankan bahwa kehadiran tenant-tenant F&B, kolaborasi dengan komunitas, serta penyediaan fasilitas seperti playground menjadi kunci untuk menjadikan mall tetap ramai dan relevan di tengah gempuran platform e-commerce.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....