Mengenal Batik Cahayo Laut, Karya Segati yang Go Internasional

  • 15 Jun 2026 15:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Batik Cahayo Laut, karya kriya unggulan dari Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus mencuri perhatian di tingkat nasional hingga internasional. Berangkat dari kekayaan budaya dan keindahan alam lokal, batik yang dipelopori Nor Anita Zuzilla ini berhasil menjadi salah satu ikon kreatif daerah yang membanggakan.

Terbaru, Batik Cahayo Laut tampil di ajang bergengsi Manila International Fashion Week 2026 yang berlangsung di Hotel Okada Manila, Filipina. Kehadirannya di panggung mode internasional tersebut menjadi bukti bahwa karya berbasis kearifan lokal mampu bersaing dan mendapat tempat di dunia fashion global.

Dikutip dari website Dinas Pariwisata Provinsi Riau Nama Batik Cahayo Laut terinspirasi dari pantulan cahaya laut saat sore hari. Filosofi tersebut menggambarkan keindahan, ketenangan, sekaligus harapan baru yang terus tumbuh dari masyarakat pesisir dan lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai motif yang menjadi ciri khas batik ini.

Dari tangan kreatif Nor Anita Zuzilla, Batik Cahayo Laut menghadirkan motif yang terinspirasi dari alam dan budaya lokal. Ombak, karang, serta berbagai biota laut dipadukan dengan simbol-simbol khas daerah, menciptakan identitas visual yang berbeda dari batik pada umumnya. Perpaduan tersebut tidak hanya memperkuat nilai estetika, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi budaya Pelalawan kepada masyarakat luas.

Perjalanan Batik Cahayo Laut menuju panggung internasional tidak terjadi dalam waktu singkat. Berbagai ajang bergengsi telah menjadi saksi kiprahnya, mulai dari Fashion in Frame Week di Malaysia, Fashion Runway Season 2 Riau, hingga Asian Islamic Fashion & Art (AIFA) di Jakarta. Setiap penampilan menjadi langkah penting dalam memperkenalkan karya kriya Desa Segati ke pasar yang lebih luas.

Prestasi lainnya juga berhasil ditorehkan pada ajang Anugerah Pesona Indonesia Award 2025. Batik Cahayo Laut masuk dalam 180 nominasi terbaik dan berhasil menembus tiga besar kategori Cinderamata. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk sekaligus kreativitas pelaku usaha yang mengangkat potensi lokal menjadi karya bernilai tinggi.

Keberhasilan Batik Cahayo Laut tidak hanya berdampak pada pengembangan industri kreatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Segati. Kehadiran produk ini turut memperkuat promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Pelalawan melalui pendekatan yang lebih modern dan diminati berbagai kalangan.

Di tengah persaingan industri fashion yang semakin dinamis, Batik Cahayo Laut membuktikan bahwa kekuatan budaya lokal tetap memiliki daya tarik yang besar. Dari sebuah desa di Pelalawan, karya ini kini melangkah ke panggung dunia, membawa nama Riau sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....