"Mongoca", Riuh Keriangan dari Tepian Sungai Rambah

  • 05 Okt 2026 17:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, memiliki beragam permainan rakyat yang tumbuh dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satunya adalah Mongoca, permainan tradisional yang pernah menjadi perlombaan masyarakat di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah.

Permainan ini memiliki keunikan karena mengambil gambaran dari aktivitas menangkap ikan di sungai dangkal. Dalam dokumentasi budaya Rokan Hulu, Mongoca disebut pernah dilombakan dalam perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus maupun hari besar Islam. Dokumentasi pelaksanaan Mongoca juga tercatat pada 2007 dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah.

Dikutip dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, serta dokumen kebudayaan daerah, Sejarah dan asal-usul Mongoca belum banyak ditulis dalam sumber sejarah formal, sehingga belum dapat dipastikan kapan permainan ini pertama kali muncul maupun siapa yang menciptakannya. Namun, keberadaannya memperlihatkan hubungan yang erat antara permainan masyarakat dengan lingkungan sungai yang menjadi bagian dari kehidupan warga Rokan Hulu.

Mongoca bukan permainan dengan perlengkapan khusus seperti papan atau alat permainan buatan pabrik. Bahan utamanya justru memanfaatkan kondisi alam, yakni sungai yang dangkal dan air yang dapat dikeruhkan. Dari lingkungan tersebut lahir permainan yang sederhana, spontan, sekaligus mengandung unsur kegembiraan dan kebersamaan.

Sebelum permainan dimulai, peserta terlebih dahulu memilih lokasi sungai yang dangkal dan memungkinkan untuk digunakan secara berkelompok. Air sungai kemudian dikeruhkan sehingga ikan yang berada di dalamnya menjadi lebih mudah ditangkap.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari permainan karena Mongoca memang mengambil konsep dari cara masyarakat menangkap ikan di perairan dangkal. Setelah kondisi sungai dianggap siap, peserta masuk ke area permainan dan berusaha mencari serta menangkap ikan yang berada di dalam air.

Cara memainkan Mongoca cukup sederhana, tetapi membutuhkan keberanian, kelincahan dan kekompakan. Peserta masuk ke sungai yang airnya telah dikeruhkan, kemudian berusaha menemukan ikan dengan tangan ketika ikan menjadi lebih mudah ditangkap.

Suasana permainan biasanya berlangsung ramai dan penuh tawa karena peserta harus bergerak di dalam air yang keruh sambil berlomba mendapatkan ikan. Kesederhanaan inilah yang dahulu membuat Mongoca menarik untuk dijadikan perlombaan masyarakat, terutama ketika digelar dalam suasana perayaan kampung dan hari-hari besar.

Kini, Mongoca menghadapi tantangan untuk kembali dikenal oleh generasi muda. Dokumentasi budaya Rokan Hulu menyebut bahwa setelah pelaksanaan yang tercatat pada 2007, belum ada lagi perayaan serupa yang dilaksanakan. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu masih memasukkan permainan rakyat sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan.

Data resmi Pemkab Rohul tahun 2025 mencatat 25 objek permainan rakyat dan pemerintah daerah juga menyelenggarakan festival permainan rakyat. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk mengenalkan kembali permainan seperti Mongoca melalui dokumentasi, kegiatan budaya, sekolah, komunitas dan festival permainan tradisional. Dengan begitu, Mongoca tidak hanya tinggal sebagai cerita tentang perlombaan masa lalu, tetapi dapat kembali dikenali generasi muda sebagai salah satu jejak kehidupan masyarakat Rambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....