Bujang Dara III Pekanbaru Dorong Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Pariwisata

  • 28 Agt 2026 21:39 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik pariwisata di Kota Pekanbaru. Karena itu, generasi muda dinilai perlu ikut mengambil peran dalam memperkenalkan budaya, kuliner dan destinasi daerah melalui berbagai platform.

Bujang Dara III Pekanbaru, Zhafran Fitra Irawan dan Annisa Indriana, menilai kekayaan budaya Pekanbaru dapat dikemas menjadi konten yang menarik bagi wisatawan. Mereka menyampaikan hal tersebut dalam program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru, Kamis 27 Agustus 2026.

Zhafran menyebut Pekanbaru memiliki keberagaman budaya yang dapat menjadi kekuatan tersendiri. Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, Pekanbaru tidak hanya memiliki budaya Melayu, tetapi juga budaya Jawa, Minang, Batak dan berbagai budaya lainnya.

“Pekanbaru ini menarik untuk kita buat konten karena budayanya ada banyak,” ujar Zhafran.

Menurutnya, potensi pariwisata Pekanbaru juga cukup beragam, mulai dari wisata sejarah, alam, wisata buatan, wisata religi hingga wisata kuliner. Keberagaman tersebut dapat menjadi bahan konten yang memperkenalkan Pekanbaru kepada masyarakat di luar daerah.

Sementara itu, Annisa menilai cara mengemas konten menjadi salah satu hal penting dalam menarik perhatian audiens. Konten mengenai tempat wisata maupun kuliner akan lebih mudah menarik perhatian jika memiliki visual yang menarik.

Selain destinasi wisata, tradisi lokal juga dinilai memiliki nilai jual sebagai konten pariwisata. Annisa mencontohkan tradisi tepuk tepung tawar yang menurutnya unik dan belum tentu dikenal oleh masyarakat dari luar Riau.

Zhafran juga menyoroti budaya pantun Melayu, khususnya tradisi menjawab pantun dengan kata “suai”. Menurutnya, kebiasaan tersebut masih perlu lebih diperkenalkan karena dalam berbagai acara masyarakat lebih sering memberikan respons lain yang tidak secara khusus mencerminkan tradisi Melayu.

Menurut keduanya, budaya dan pariwisata tidak dapat dipisahkan. Ketika budaya lokal diperkenalkan secara kreatif, masyarakat dari luar daerah dapat tertarik untuk datang dan mengenal langsung daerah tersebut.

Media sosial menjadi salah satu sarana utama yang dinilai efektif untuk mewujudkan hal itu. Dengan konten yang kreatif, informasi mengenai budaya, destinasi dan kuliner Pekanbaru dapat menjangkau masyarakat di luar Riau, bahkan hingga mancanegara.

“Jangkauan media sosial itu sudah luas dan mengglobal. Kita bisa menggunakan kesempatan itu untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Zhafran.

Bagi Bujang Dara III Pekanbaru, promosi budaya dan pariwisata bukan hanya tentang memperkenalkan destinasi. Lebih jauh, upaya tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin bangga terhadap identitas budaya daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....